DENPASAR – Kabar duka terus mengiringi perkembangan harian kasus covid-19 di Bali, yang mana pada Jumat (17/7/2020) kembali terjadi penambahan 3 pasien meninggal dunia (1 dari Gianyar, 1 Badung dan 1 dari Karangasem).
Ini berarti dalam tiga hari terakhir, sudah 8 korban jiwa jatuh akibat tertular virus dari Wuhan, Tiongkok itu. Sebelumnya, Kamis (16/7/2020) ada tambahan 3 orang meninggal dan sehari sebelumnya Rabu (15/7/2020) ada 2 orang.
”Ya, ada kabar duka lagi hari ini. Ada tambahan 3 orang meninggal, sehingga totalnya menjadi 35 orang (33 WNI, 2 WNA),” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Jumat (17/7/2020).
Kabar duka itu juga dibarengi dengan tambahan kasus baru positif sebanyak 86 orang WNI yang semuanya tertular akibat transmisi lokal. Hampir semua kabupaten/kota di Bali melaporkan tambahan positif, kecuali Jembana nihil.
Kali ini, Kabupaten Klungkung dan Kota Denpasar menjadi menyumbang terbanyak, sama-sama berjumlah 21 orang. Disusul Badung 15 orang, Bangli 11 orang, Gianyar 7 orang, Karangasem 4 orang, Gianyar 4 orang dan Tabanan 3 orang. Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif di Bali berjumlah 2.619 orang.
Kabar baiknya, GTPP Covid-19 Bali juga mengkonfirmasi lonjakan pasien sembuh sebanyak 88 orang WNI (85 TL, 1 PPDN, 2 PPLN). Kota Denpasar menjadi yang terbanyak pasien sembuhnya 40 orang, disusul Bangli 23 orang, Badung 8 orang, Karangasem 7 orang, Gianyar 4 orang, Buleleng 3 orang dan Klungkung 3 orang.
”Jadi total pasien sembuh di Bali sampai saat ini berjumlah 1.807 orang (69,00 persen),” ujar Made Rentin. ”Sementara pasien positif yang masih dalam perawatan sebanyak 777 (terdiri dari 773 WNI dan 4 WNA) yang berada di 17 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering,” imbuh Kalaksa BPBD Bali itu.
Made Rentin juga merinci, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal (TL), yang secara komulatif sebanyak 2.240, terdiri dari 2.228 WNI dan 12 WNA. Penambahan kasus positif Covid-19 yang terus terjadi ini, diharapkan meningkatkan kesadaran semua pihak untuk lebih menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.
Menurutnya, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju masyarakat Bali yang produktif dan bebas Covid-19. ”
Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan menghindari keramaian,” harap Made Rentin. yes
























