Bali Tambah 201 Orang Positif Covid-19, Denpasar Penyumbang Terbanyak

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi Covid-19 di Bali, Kamis (25/3/2021), kembali diwarnai lonjakan kasus positif sebanyak 201 orang (170 orang melalui Transmisi Lokal, 30 PPDN dan 1 PPLN).

Dari rilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Kamis (25/3/2021), tambahan 201 yang terkonfirmasi positif tersebut tersebar di delapan kabupaten/kota, dimana Kota Denpasar menjadi penyumbang terbanyak 66 orang.

Bacaan Lainnya

Kemudian Kabupaten Badung di bawahnya sebanyak 54 orang, disusul Tabanan 24 orang, Buleleng 17 orang, Klungkung 17 orang, Gianyar 11 orang, Jembrana 7 orang dan Bangli 5 orang. Dengan demikian, secara kumulatif sampai saat ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 38.879 orang (38.798 WNI dan 81 WNA).

Di hari yang sama, pasien sembuh kembali jauh dibawah tambahan kasus positif baru yakni sebanyak 135 orang (terpaut 66 orang). Kali ini, Kabupaten Badung mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak yakni sebanyak 31 orang dari 135 tersebut. Total pasien yang sudah sembuh di Bali, kini berjumlah 36.146 orang (92,97%) dengan rincian 36.083 WNI dan 63 WNA.

Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 6 orang. Ada penurunan dibandingkan sehari sebelumnya Rabu (24/3/2021) yang berjumlah 11 orang. Jadi, total pasien covid-19 di Bali yang meninggal sampai saat ini sebanyak 1.100 orang (2,83%) dengan rincian 1.090 WNI dan 4 WNA.

Baca juga :  Kemenpan-RB: Pemerintah Buka 1,3 Juta Formasi Calon ASN 2021

Berdasarkan data-data tersebut, kini jumlah pasien dalam perawatan (kasus aktif) bertambah 60 orang lagi menjadi 1.633 orang (4,20%) dengan rincian 1.619 WNI dan 14 WNA.

Untuk menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur Koster mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M; memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, mMeningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.