Bali Tambah 106 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh 37 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Minggu (20/6/2021), kembali mencatatkan peningkatan kasus terkonfirmasi positif yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pasien sembuh.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (20/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 106 orang (93 orang melalui Transmisi Lokal dan 12 PPDN dan 1 PPLN). Sementara pasien sembuh bertambah sebanyak 53 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia 2 orang (Badung 1 dan Gianyar 1).

Bacaan Lainnya

Kali ini, Kabupaten Badung menjadi penyumbang terbanyak tambahan harian kasus positif sebanyak 25 orang. Disusul Denpasar 24 orang, daerah lain luar Bali 19 orang, Tabanan 10 orang, Jembrana, Gianyar dan Bangli masing-masing 6 orang, Buleleng 5 orang dan Klungkung 1 orang.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 48.345 orang (48.169 WNI dan 176 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.106 orang (95,37%) sudah sembuh dengan rincian 45.941 WNI & 165 WNA.

Sementara kasus meninggal bertambah 2 orang menjadi 1.535 Orang (3,18%) dengan rincian 1.529 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) kini bertambah 67 orang menjadi 704 orang (1,46%) dengan rincian 699 WNI dan 5 WNA 5.

Baca juga :  NTT-NTB Berkolaborasi Kembangkan Produk Kerajinan

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.910.972 orang dan vaksin 2 sebanyak 706.143 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.073.990 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 456.875 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.