Bali Kebal Virus Corona? Jangan Tersanjung, Tetap Waspada!

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

SEBUAH media yang berbasis di Hong Kong, Asia Times memberitakan, Bali seperti dianggap kebal virus Corona (Covid-19). Mengapa?  Bali dengan penduduk lebih dari 4 juta jiwa, namun mereka heran, kasus Corona dinggap sedikit. Sampai tulisan ini dibuat, sejak kasus itu muncul, korban yang meninggal tetap 2 (dua) orang. Itu pun orang asing, yang sebelumnya memilik riwayat penyakit lain.

Konon, fakta ini membuat heran bloger-bloger asing, apalagi selama ini Bali dikenal sebagai destinasi wisata dunia.  Kini masih banyak orang asing di Bali, yang tidak mau pulang ke negaranya karena dilanda virus Corona. Mereka merasa lebih aman tetap tinggal di Bali.

Misteri Covid-19 di Bali banyak diungkap orang asing. Antara lain;  Rio Elmi bloger yang tinggal di Ubud, Jack Daniels editor harian Balidiscovery dan lain-lain, termasuk Asia Times yang terbit di Hong Kong.

Saya ingin  menulis persoalan ini, untuk memberikan rasa optimisme terhadap masyarakat Bali, bahwa kita masih punya harapan masa depan yang lebih baik. Harapan itu pasti memberikan semangat, dan daya juang yang lebih besar dalam membangun Bali. Tetapi harus diingat, sekali lagi diingat….. tidak boleh  jumawa. Di atas langit masih ada langit.

Baca juga :  Bali Tambah 3 Kasus Positif Covid-19 dari Transmisi Lokal, Sembuh Bertambah 4 Orang

Konsep kebijakan yang dilakukan pemerintah Bali di bawah pimpinan Gubernur Wayan Koster pasti didasari dengan semangat dan optimisme yang tinggi. Konsep itu dilandasi dengan pemikiran kerja “skala dan niskala” (fisik dan non-fisik) — bekerjasama dengan elemen masyarakat Bali termasuk kalangan PHDI, masyarakat desa adat dan lembaga-lembaga adat yang ada.

Selain itu, jangan lupa jajaran TNI dan Polri juga bersatu padu menjaga Bali sehingga Covid-19 dapat diredam. Kalangan swasta banyak memberikan dorongan dan partisipasi, di samping kerja keras aparat kesehatan, dokter, perawat dan petugas yang ada di berbagai rumah sakit. Satgas Penanggulangan Covid-19 juga bekerja keras. Kalau ada sisi kelemahan di sana sini,  hendaknya dimaklumi. Di sisi itulah perlu masukan (kritik sosial), sehingga dapat diperbaiki.

Baca juga :  Bupati dan Wabup Karangasem Ucapkan Selamat Idul Fitri

Awalnya di kalangan masyarakat, ada saja yang kurang disiplin  terhadap anjuran pemerintah seperti;  diam di rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah dari rumah. Tetapi semakin hari anjuran itu dilaksanakan lebih tertib. Apalagi, ditambah dengan setiap hari anggota masyarakat makin massif menggunakan masker, jaga jarak dalam pergaulan (kehidupan dengan orang lain), cuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan, olahraga dan seterusnya.

Kita berharap korban kematian akibat Corona di Bali tidak bertambah. Persoalan yang mungkin muncul adalah bertambahnya kasus positif, karena makin banyak kepulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Sampai saat ini PMI yang sudah pulang ke Bali, sekitar 9.000 lebih, dari 20.000 yang menjadi PMI di luar negeri.

Baca juga :  Tawur Agung Badung Pindah ke Blahkiuh, Ada Pihak di Mengwi Tolak Sarwa Sadaka

Mereka jangan dianggap musuh dan ancaman, tetapi persoalan tersebut harus ditangani dengan baik melalui prosedur protokol kesehatan yang lebih ketat.

Salah satu pahlawan divisa itu, harus kembali ke tengah-tengah keluarganya dalam kondisi kesehatan yang prima. Kalau toh ada satu-dua yang kena Corona, itu bukan kehendaknya. Tetapi karena proses pekerjaan serta perjalanan mereka sebelumnya.

Jangan lupa, penumpang lain di  kapal laut dan udara yang bersama PMI dan ikut turun di Bali, tidak mustahil juga terpapar Corona. Ini pun perlu diwaspadai!.

Sanjungan dan misteri Corona di Bali memang sudah mendapat catatan orang asing. Mereka heran, padahal di Bali banyak orang asing.

Semoga, sikap masyarakat yang rasional namun tetap melaksanakan ajaran agamanya menyebabkan Tuhan selalu melindungi Bali.

Di balik itu, doa-doa penglisir sebagai pemimpin agama tetap harus dilanjutkan, sehingga rumah sakit tidak kebanjiran pansien Corona seperti yang terjadi di daerah lain.  Penduduknya kebih kecil namun korban Corona lebih banyak.

Semua pihak tetap bekerja keras, tulus dan iklas. Kita masih punya harapan. Harapan selalu memberikan semangat untuk  membangun “Bali Era Baru”.

Bali is misteri. Bali is pulau sorga – jangan sampai menjadi neraka. [Made Nariana, Wartawan SK POSBALI]

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.