Bali Ekspor 24 Ton Black Marlin ke Filipina

  • Whatsapp
PELEPASAN ekspor perdana ikan black marlin ke Filipina. foto: ist

DENPASAR – Di tengah pandemi Covid-19, ternyata Bali mampu mengekspor ikan jenis black marlin ke General Santos-Filipina. Untuk perdana, ikan yang diekspor itu sebanyak 24 ton dengan nilai Rp600-700 juta. Hal tersebut terungkap saat pelepasan perdana ekspor black marlin oleh PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Benoa, Bali, Selasa (28/9/2021).

Direktur Operasional PT Perikanan Nusantara (Persero), Primawan Badri, menyampaikan ekspor ini merupakan perdana baik untuk jenis ikannya dan juga tujuannya, Filipina. ‘’Ini masih merintis. Mudah-mudahan makin besar dan berkesinambungan,’’ harapnya seusai melepas ekspor black marlin di Pelabuhan Benoa.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, potensi black marlin cukup menjanjikan. Apalagi ikan yang diekspor ini diambil dari langsung dari beberapa nelayan tradisional. ‘’Kita harap mampu meningkatkan perekonomian dan perikanan khususnya di Bali, dan Indonesia pada umumnya,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, ekspor ini merupakan satu rangkaian. Sebelumnya, kata dia, juga mengekspor tuna loin ke Osaka Jepang, Gurita di Makassar, dan ikan kaca piring ke China. ‘’Mudah-mudahan segera menyusul yang lain. Seperti di Surabaya ikan layur. Sebenarnya kita sudah pernah lakukan, seperti gurita dengan grade tinggi kita ekspor ke Jepang,’’ tandasnya.

Baca juga :  Singgung Jumlah Penduduk, Golkar Badung Ingatkan Transparansi dan Alokasi Kursi

Kepala BKIPM Denpasar, Anwar, menyampaikan dukungan terhadap ekspor perdana ini. Dikatakan, potensi perikanan di Bali sangat luar biasa. ‘’Ekspor pertama di Bali itu selalu ikan dan udang. Dan, setahu kami, perikanan ini memiliki potensi luar biasa setelah pariwisata. Makanya kami sangat optimis perikanan ini menjadi prioritas utama dalam kontribusi daerah,’’ ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Bali juga mengekspor benih bandeng ke luar negeri. Pada posisi normal, jumlahnya mencapai 3 miliar ekor per tahun. ‘’40 persen dari 3 miliar itu ke Filipina,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan melalui Kabid Wayan Wirawan menyampaikan apresiasi terhadap ekspor black marlin ini. Menurutnya, salah satu kunci untuk perbaikan ekonomi adalah ekspor. ‘’Dampak dari pandemi ini, kita harus jeli melihat peluang ekspor dan proaktif, jangan pasif,’’ ujarnya.

Pihaknya pun yakin, ekspor perdana ini dapat memberikan dukungan terhadap para nelayan. Karena, ikan yang diekspor diambil langsung dari nelayan tradisional. ‘’Kami harap mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat terutama nelayan dan memberikan multiplier efek,’’ harapnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.