Balawan dan Gus Teja Raih Wija Kusuma

BUPATI Gianyar Made Mahayastra (tengah) bersama Balawan dan Gus Teja. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Jika kreativitas adalah keberanian untuk menjadi diri sendiri, maka seni adalah cara untuk mengungkapkan diri tanpa sepatah kata pun. Mungkin ungkapan tersebut pantas disematkan kepada masyarakat Gianyar yang memilih jalan hidup sebagai seniman. Lewat karya, seseorang memperkenalkan diri, budaya dan identitasnya.

Seperti halnya Gus Teja dan Balawan, yang menerima penghargaan Wija Kusuma dari Pemkab Gianyar serangkaian HUT ke-254 Kota Gianyar di Balai Budaya Gianyar. “Awalnya saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan Wija Kusuma dari Pemkab Gianyar. Ketika mendapat telepon dari Dinas Kebudayaan Gianyar, saya merasa terkejut juga,” tutur Agus Teja Santosa, Minggu (27/4/2025).

Read More

Dia melanjutkan, karena merasa belum cukup senior secara usia, dia berpikir belum pantas untuk mendapat sebuah penghargaan dari Bupati Gianyar. Namun, Dinas Kebudayaan kemudian menegaskan dia memang dinobatkan mendapat penghargaan ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Gianyar atas apresiasi yang diberikan,” papar seniman asal Junjungan, Ubud tersebut.

“Bagi saya, dengan penghargaan atau tanpa penghargaan sekalipun, saya tetap berkarya karena hidup saya memang di sini. Saya sampai saat ini totalitas saya adalah sebagai seorang musisi. Di samping itu, saya juga membuat alat musik tiup untuk saya gunakan,” kisah pria yang akrab disapa Gus Teja tersebut.

Lebih jauh disampaikan, penghargaan Wija Kusuma memberi semangat tambahan kepadanya. Dia merasa bangga diapresiasi oleh pemerintah. Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi dia sebagai seorang seniman. Pula akan menjadi motivasi untuk berkarya lebih baik ke depan.

Gus Teja minta pemerintah bisa memberi wadah khusus bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya mereka. Sebab, saat ini banyak talenta muda berbakat di Gianyar yang perlu diberi panggung untuk berkesenian. Harapannya, pemerintah setiap seminggu sekali dapat menggelar pertunjukan yang diisi talenta-talenta muda Gianyar, sehingga mereka memiliki panggung untuk menampilkan karyanya.

Begitu pula dengan I Wayan Balawan, musisi asal Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, yang menjembatani tradisi dan modernitas dalam lanskap musik dunia. Balawan lahir pada 9 September 1972, di lingkungan yang kaya akan budaya dan seni. Sejak kecil, dia akrab dengan gamelan.

Namun, di antara dentingan gamelan itu, ada suara lain yang menarik perhatiannya, yakni suara gitar listrik. Ia mulai bermain gitar sejak usia delapan tahun, lalu membentuk band pertamanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Penampilan Balawan dengan jemarinya yang menari lincah di atas gitar berleher ganda, menciptakan melodi yang seakan-akan berasal dari dimensi lain. Di balik kecepatan jarinya yang menakjubkan, tersimpan akar kuat dari budaya Bali yang mengalun indah melalui instrumen modernnya.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menegaskan, pemberian penghargaan kepada para pengabdi seni merupakan salah satu wujud apresiasi Pemkab Gianyar kepada para seniman, yang dinilai berjasa dalam melestarikan seni budaya. Pula menunjukkan dharma baktinya secara konsisten kepada pemerintah, masyarakat, dan seni itu sendiri. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.