DENPASAR – Kabupaten Badung layak menyandang gelar ”Raja Porprov Bali.” Betapa tidak, sejak Pekan Olaharaga Daerah (Porda) Bali berganti nama menjadi Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Bali pada tahun 2005 yang pelaksanaannya setiap dua tahun sekali, kabupaten berlambang Keris ini selalu juara umum hingga pelaksanannya kesembilan secara beruntun hingga 2022 ini.
Menurut salah satu tokoh olahraga Bali, Ida Bagus Diptha, Porda awalnya dilaksanakan setiap empat tahun sekali. ”Nah, setelah PON tahun 2000 di Surabaya yang mana sebagai PON pertama di luar ibu kota negara RI, disepakati Porda Bali berganti nama menjadi Porprov Bali hingga sekarang,” ujar Diptha yang juga Ketua Umum Pengprov PASI Bali.
Porprov Bali XV seharusnya sudah digelar tahun 2021, dimana Badung sesungguhnya menjadi tuan rumah terpusat. Tapi karena pandemi covid-19 yang ”mematikan” ekonomi Bali, Porprov XV akhirnya diundur setahun jadi 2022 dengan tajuk ”Porprov Gotong Royong” dan pelaksanannya tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Porprov gotong royong ini disepakati seluruh pimpinan (ketua) KONI Kabupaten/kota yang tidak terlepas dari arahan dan suport pimpinan daerah dalam hal ini Gubernur Bali I Wayan Koster. Disepakati juga KONI Bali sebagai pelaksana Porprov Bali XV tahun 2022 ini.
Meski demikian, kontingen Badung tetap digjaya sebagai peraih medali emas terbanyak hingga hari terakhir pertandingan, Minggu (27/11/2022). Mengusung moto ”Kami datang untuk menang, Badung mantap jiwa juara”, Kontingen Gumi keris itu pun berhak kembali menjadi juara umum dengan total mendulang 177 emas, 124 perak dan 132 perunggu.
Kontingen Kota Denpasar pun kembali kental dengan julukannya sebagai ”spesialis runner up” karena hingga saat ini belum mampu mematahkan dominasi Badung, bahkan terpaut 31 keping emas. Total kontingen ibu kota provinsi Bali Bali ini mengais 146 emas, 150 perak dan 154 perunggu.
Sementara kontingen ”kawitan” Gubernur Koster (Buleleng), sangat nyaman berada di peringkat ketiga dengan koleksi 75 emas, 71 perak dan 102 perunggu. Buleleng unggul 22 emas dari saingan abadinya, Gianyar dalam perburuan papan atas (tiga besar). Kontingen dari daerah seni ini finish keempat dengan 53 emas, 73 perak dan 119 perunggu.
Buleleng juga makin terhibur setelah dinobatkan sebagai kontingen favorit pada multi even dua tahunan itu. ”Kami menargetkan 55 medali emas pada Porprov 2022 ini, astungkara kami bisa meraih 75 emas. melebihi target 20 emas,” ucap salah satu ofisial kontingen Buleleng, Nyoman Artha.
Klungkung naik satu tingkat ke peringkat kelima, menggeser Tabanan yang berjaya saat jadi tuan rumah (2019). Klungkung meraih 25 emas, 42 perak dan 64 perunggu, hanya unggul 2 emas dari Tabanan di urutan keenam dengan 23 emas, 22 perak dan 43 perunggu. Disusul Jembrana di urutan ketujuh dengan 17 emas, 28 perak dan 57 perunggu.
Sedangkan juru kunci dari sembian kontingen, kini diisi Karangasem dengan raihan medali 10 emas, 15 perak dan 43 perunggu. Kontingen Bangli yang pada edisi Porprov sebelumnya (2019 di Tabanan) berada dibuncit, kini naik setingkat berada di urutan kedelapan dengan 15 emas, 16 perak dan 48 perunggu.
Gelar juara umum Badung juga makin lengkap karena salah satu atletnya yakni I Gusti Ngurah Bayu Segara dinobatkan sebagai atlet terbaik putra Porprov Bali XV ini yang dibacakan Humas KONI Bali, Ida Bagus Gana. Sementara atlet terbaik putri diraih Denpasar atas nama Bucika Dinda dari cabor panahan. Denpasar juga juara yel yel suporter.
Yang Kalah Jangan Kecewa
Sebelum menutup Porprov Bali XV di Jayasabha, Minggu (27/11) malam, Gubernur Koster menyampaikan selamat kepada kontingen Badung yang berhasil tampil sebagai juara umum untuk kesembilan kalinya. Ucapan sama juga disampaikan kepada kontingen Denpasar dan Buleleng.
Secara umum, Koster menilai pelaksanaan Porprov XV ini berjalan lancar, aman dan sukses walau dengan biaya yang pas-pasan. Selama pertandingan, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. ”Yang kalah jangan kecewa, apalagi kecewa berlebihan,” ucapnya.
Koster pun kembali mengingatkan jajaran KONI Bali harus segera bersiap menatap PON 2024 di Aceh dan Sumut. Seperti disampaikan saat acara pembukaan, Koster ingin Bali mempertahankan prestasinya di peringkat lima besar yang diraih pada PON XX 2021 di Papua era KONI Bali dipimpin Ketut Suwandi.
”Habis Porprov ini harus segera bersiap, lakukan pemetaan dan saya akan ikut nimbrung demi prestasi lima besar pada PON di Aceh dan Sumut,” pinta gubernur asal Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.
Setelah memberi arahan, Gubernur Koster lanjut menutup Porprov XV ini yang pertandingannya dimulai sejak 11 November 2022 lalu. Diawali penurunan bendera Porprov di Lapangan Niti Mandala Renon yang disaksikan melalui layar lebar di Jayasbaha. Koster lanjut menekan sirene yang diiktuti padamnya api Porprov secara perlahan.
Penutupan diakhiri dengan galadiner para atlet dan ofisial. Namun Gubernur Koster tak bisa ikut makan bareng, dan harus meninggalkan Jayasbaha karena ada tugas penting yang tidak bisa dia tinggalkan. ”Silakan nikmati,” pintanya sambil bergegas meninggalkan acara.
Penutupan yang melibatkan ratusan atlet, juga dihadiri sejumlah mantan Ketua KONI Bali seperti Ketut Suwandi, IGB. Alit Putra dan Made Nariana yang kini Ketua KONI Badung. Hadir juga anggota DPD RI, AA.Gde Agung yang mantan bupati Badung dua periode.
Sebelumnya Ketua Pelaksana yang juga Ketua Umum KONI Bali, IGN. Oka Darmawan melaporkan, ada 9 rekor terpecahkan dalam Porprov kali. Diantaranya 7 dari atletik, 1 panjat tebing dan 1 dari renang. ”Secara umum Porprov XV ini berjalan aman, lancar dan tertib walau dilangsungkan secara gotong royong,” ucapnya. yes
























