Audiensi ke DPRD Bali, KPU Bali Minta Renovasi Kantor

KETUA DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama (kiri); saat menerima audiensi Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, bersama empat komisioner KPU Bali lainnya, Senin (8/8/2022). Foto: ist
KETUA DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama (kiri); saat menerima audiensi Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, bersama empat komisioner KPU Bali lainnya, Senin (8/8/2022). Foto: ist

DENPASAR – Bertugas menjalankan dan mengawal pelaksanaan pemilu, tapi kondisi kantor KPU Bali tidak berbanding lurus dengan beban kerjanya. Bagian genteng sudah terlihat keropos, dan di sejumlah titik plafon ruang komisioner juga bocor. Kondisi itu dilaporkan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat audiensi ke Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Senin (8/8/2022).

Menimbang keadaan kantornya yang kurang representatif, Lidartawan berharap legislatif mengalokasikan anggaran renovasi gedung untuk kantor KPU Bali dari Pemprov Bali. “Kondisi kantor KPU Bali sudah banyak kerusakan. Dari semenjak dibangun tahun 2003 sampai sekarang, belum pernah direnovasi maupun dilakukan pemeliharaan,” jelasnya didampingi para komisioner anggota, Sekretaris dan jajaran Sekretariat KPU Bali.

Read More

Sebelumnya membincang soal kondisi kantor KPU Bali, Lidartawan menyampaikan tahapan Pemilu 2024 sudah berjalan sampai dengan tahapan pendaftaran dan verifikasi parpol peserta Pemilu 2024. Mengingat signifikansi lancarnya pelaksanaan tahapan Pemilu, Lidartawan berharap DPRD Bali dan institusinya dapat saling mendukung secara sinergis, dan bersama sama dalam menjalankan tahapan Pemilu 2024.

Menyikapi pemaparan tamunya, Adi Wiryatama  berujar sudah sedini mungkin melibatkan Komisi I DPRD Bali untuk terus mengikuti dan mendampingi KPU Bali dalam pelaksanaan tahapan Pemilu. Tujuannya agar tidak terjadi miskomunikasi di masyarakat. Wiryatama juga berharap jika ada program tahapan Pemilu dan permasalahan yang perlu didiskusikan, hendaknya disampaikan kepada DPRD Bali lebih awal.

“Dengan begitu, kita bisa carikan solusinya untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul dan menjadi hambatan terhadap kinerja KPU dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” pesan Bupati Tabanan periode 2000-2010 tersebut.

Berdasarkan pantauan, kantor KPU Bali memang kurang layak pakai. Di ruang komisioner Luh Putu Widyastini misalnya, terlihat jelas bekas air mengalir pertanda atap bocor. Begitu juga di ruang Ketua KPU. Upaya perbaikan atap secara swadaya juga tidak bisa dilakukan, karena rangka atap sudah keropos. “Kalau dilihat, itu atap kantor sudah melengkung. Makanya tidak berani perbaiki atap, takut jebol,” tutur salah seorang komisioner. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.