Atlet DKI Jakarta Peraih Medali PON dan Peparnas Papua Terima Bonus, Ini Rinciannya…!

  • Whatsapp
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali pada PON dan Peparnas Papua di Ruang Pola Bappeda, Balai Kota Jakarta, Senin (27/12/2021). foto: antaranews

JAKARTA – Para atlet kontingen DKI Jakarta peraih medali PON XX dan Peparnas XVI di Papua, akhirnya menerima bonus yang ditunggu-tunggu. Bonus langsung diserahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis, di Ruang Pola Bappeda, Balai Kota Jakarta, Senin (27/12/2021).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Ahmad Firdaus menjelaskan, setiap atlet yang meraih medali emas perorangan mendapat total bonus Rp350 juta, perak Rp125 juta, dan perunggu mendapat Rp67,5 juta.

Bacaan Lainnya

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga sumber. Pertama sesuai dengan Pergub Nomor 1591 Tahun 2018, kedua dari KONI DKI Jakarta, kemudian terakhir merupakan usulan tambahan dari KONI DKI Jakarta.

Berdasarkan Pergub Nomor 1591 Tahun 2018, tercantum peraih emas perorangan untuk level nasional diganjar bonus Rp200 juta, perak sebesar Rp50 juta, dan perunggu Rp30 juta. Kemudian KONI DKI memberikan tambahan masing-masing Rp100 juta untuk peraih medali emas perorangan, Rp50 juta untuk perak, Rp25 juta untuk perunggu.

Selain itu, Pengprov DKI juga menerima usulan dari KONI DKI untuk menambah nominal bonus untuk peraih emas Rp50 juta, perak Rp25 juta, dan Rp12,5 juta untuk perunggu. Sementara itu, untuk peraih medali emas berpasangan atau duo, per atlet juga menerima jumlah bonus yang sama dengan peraih medali perorangan baik itu emas, perak, dan perunggu.

Baca juga :  PDIP Cueki Tantangan Golkar di Pilkada, Banteng Bangli Siap Hadapi “Dua Lawan”

Adapun untuk peraih medali beregu masing-masing atlet mendapatkan Rp212,5 juta untuk emas, Rp62,5 juta peraih perak, peraih medali perunggu mendapatkan Rp37,5 juta. Jumlah tersebut juga gabungan dari Pemprov DKI, KONI DKI, dan usulan tambahan dari KONI DKI.

Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih. Bagi pelatih yang atletnya meraih medali emas, menerima Rp140 juta per medali. Jumlah tersebut berasal dari Rp60 juta dari Pemprov DKI, Rp40 juta tali asih dari KONI DKI Jakarta, dan Rp40 juta usulan tambahan dari KONI DKI Jakarta. Bila atletnya meraih lima medali emas, maka berlaku kelipatan (dikalikan dengan jumlah medali).

Sementara, untuk pelatih yang atletnya meraih medali perak menerima Rp70 juta dan medali perunggu menerima Rp35 juta. Jumlah tersebut gabungan dari Pemprov DKI, KONI DKI, dan usulan tambahan dari KONI DKI.

Pelatih untuk atlet ganda/berpasangan yang meraih medali emas, mendapatkan apresiasi sebesar Rp128 juta, medali perak Rp 64juta, dan medali perunggu Rp31 juta. Kemudian, pelatih beregu yang atletnya meraih medali emas, mendapat Rp155 juta, perak Rp77,5 juta, dan perunggu Rp40 juta.

Asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas menerima Rp90 juta, dengan rincian dari Pemprov Rp60 juta, tali asih dari KONI DKI Jakarta Rp20 juta, dan usulan tambahan Rp 10 juta. Disusul perak dengan total menerima Rp45 juta, perunggu Rp27,5 juta setiap keping medali.

Baca juga :  Kasus Corona Meningkat, Pengunjung Puspem Badung Dibatasi

Selanjutnya, asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas nomor ganda akan menerima sama dengan tunggal, yakni Rp90 juta untuk medali emas, Rp45 juta untuk medali perak, dan Rp27,5 juta untuk medali perunggu. Adapun asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas beregu mendapatkan Rp70 juta, perak Rp35 juta, dan perunggu Rp19,5 juta.

Selanjutnya, bagi atlet yang tidak meraih medali, beserta pelatih dan asisten pelatihnya, akan menerima Rp15 juta, dengan rincian Rp7,5 juta dari Pemprov dan Rp7,5 juta dari tali asih KONI DKI Jakarta.

Untuk cabang olahraga yang menjadi juara umum mendapatkan uang pembinaan berupa tali asih dari KONI DKI Jakarta sebesar Rp150 juta dan ditambah usulan KONI DKI Jakarta sebesar Rp150 juta.

Sehingga, cabang olahraga juara umum akan menerima uang pembinaan Rp300 juta. Jumlah yang diterima atlet yang mengikuti PON Papua sama nilainya dengan yang diterima atlet yang mengikuti Peparnas Papua.

“Dalam rangka mengapresiasi penuh kerja keras para insan olahraga yang ikut terlibat pada event-event tersebut, maka penghargaan yang diterima, pajaknya ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Ahmad Firdaus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi atlet DKI yang telah bekerja keras sehingga sukses mengharumkan nama baik DKI Jakarta mulai tingkat nasional hingga internasional.

“Hari ini menjadi hari yang berbahagia bagi kita semua, menyaksikan atlet kita bisa mendapatkan bekal atas prestasi yang mereka raih. Di balik kerja keras yang luar biasa, kita semua menyaksikan ujung yang membahagiakan, para atlet yang hari ini mendapat apresiasi adalah mereka yang mendapatkan medali,” kata Anies.

Baca juga :  Golkar Badung Keteteran Logistik, Demer Siapkan Kejutan

Anies berpesan kepada seluruh atlet agar mulai memikirkan investasi atas hasil prestasi yang didapat sehingga terus dimanfaatkan, bahkan terus bertambah.

“Ini bukan semata-mata membuat nilai rupiah menjadi nol, tapi ini untuk jangka panjang. Diperlukan kerja keras untuk mendapat uang, namun diperlukan adab dan budaya untuk menggunakan uang,” harap Anies, yang dikutip posmerdeka.com dari antaranews.

Anies juga berpesan agar atlet tak cepat berpuas diri, sebaliknya harus ditingkatkan.”Prestasi yang diraih ini memang patut disyukuri, tetapi kita harus cepat menetapkan target yang lebih tinggi untuk dicapai,” kata dia.

Pada PON Papua, DKI Jakarta menempati peringkat dua dalam klasemen perolehan medali dengan mengantongi 111 emas, 91 perak, dan 99 perunggu. Sedangkan, pada Peparnas Papua, ibu kota masuk 10 besar, dengan 25 emas, 32 perak, dan 41 perunggu. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.