ASN Watch Tuding Coreng Citra ASN Pemprov, Pegawai MTP Kadishub NTB

  • Whatsapp
PARA pejabat struktural Dishub NTB tengah melakukan aksi mosi tidak percaya ke Kadis Perhubungan NTB. Foto: rul
PARA pejabat struktural Dishub NTB tengah melakukan aksi mosi tidak percaya ke Kadis Perhubungan NTB. Foto: rul

MATARAM – Adanya mosi tidak percaya (MTP) yang dilayangkan sejumlah pegawai Dinas Perhubungan NTB kepada Kepala Dinas Perhubungan NTB yang sempat bergulir pada Senin (30/8/2021), dinilai mencoreng citra ASN. Tidak selayaknya pegawai OPD melakukan protes terhadap atasan dengan cara-cara yang tidak elok, sebagaimana dipertontonkan sejumlah oknum pejabat dan pegawai di Dishub NTB. Pandangan itu dilontarkan Direktur ASN Watch NTB, Taufik Hidayat, Selasa (31/8/2021).

Ya, kami malah sayangkan aksi mosi tidak percaya itu. Bukannya menuai simpati, justru ini mencoreng citra ASN. Masa pelayan publik seperti itu cara melayangkan protesnya?” gugatnya.

Bacaan Lainnya

Dari catatan yang ada, surat mosi tidak percaya itu dilayangkan empat pejabat setingkat kepala bidang, termasuk Sekretaris Dishub NTB. Mereka memprotes kehadiran Kepala Dinas, Lalu Moh Faozal, yang dinilai menganggu kenyamanan bekerja. Taufik mengklaim tim ASN Watch langsung melakukan investigasi awal terhadap tuduhan dalam surat tersebut. Tim juga mengklarifikasi tudingan tersebut Lalu Moh Faozal, dan juga minta keterangan sejumlah pegawai Dishub NTB.

Hasil sementara ASN Watch, jelasnya, menemukan bahwa mosi tidak percaya tersebut berawal dari masalah conflict of interest (konflik kepentingan) di tubuh Dinas Perhubungan sejak Lalu Faozal menjabat Kadis. Dia pribadi menilai sejumlah langkah Lalu Faozal sebagai Kadis baru sangat tepat, terutama dalam membangun kinerja bersih dan transparan di sektor perhubungan NTB. Kebijakan itu, duga Taufik, membuat oknum pegawai yang tidak setuju dengan transparansi merasa tidak nyaman.

Baca juga :  Gerindra Badung Bulat Usung Diatmika-Muntra, Golkar Yakin KRBB Tidak Retak

“Kami menilai apa yang dilakukan Kadishub Faozal sudah sangat baik. Ada reformasi sistem pelayanan di Dinas Perhubungan yang selama ini banyak yang tidak tahu,” paparnya.

Taufik mencontohkan, keadaan kondisi kantor Dishub saat ini sudah nampak layak dari sisi estetika kantor. Layanan-layanan juga dilakukan dengan bidang-bidang yang optimal. Berbeda dengan sebelumnya, di mana kantor Dinas Perhubungan nampak kumuh, dan layanan pun diduga banyak dilakukan tanpa transparansi.

“Contohnya masalah izin kendaraan dan lain-lain. Saat ini kan jelas dan transparan, sehingga memperkecil ruang pungli dan lain sebagainya,” serunya.

Terhadap masalah Dishub NTB ini, Taufik menegaskan ASN Watch minta agar Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Rohmi menelaah secara komprehensif. Sebab, menurut dia, yang mesti diberi sanksi justru para oknum ASN yang menentang kebijakan atasannya. “Hal ini bisa jadi preseden buruk. Di OPD lain pun bisa terjadi demo ASN hanya karena conflict of interest di tubuh dinas,” serunya bernada mengingatkan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.