Asian Games 2026: Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia Ungkap Taifun Dujuan Pengaruhi Permainan

TIMNAS basket 3x3 putra Indonesia, saat meraih kemenangan 14-10 atas Bahrain pada pertandingan fase Grup C Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Kinjofuto Station Arena, Nagoya, Senin (21/9/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM – Tim basket 3×3 putra Indonesia menceritakan bahwa kondisi angin kencang yang melanda Kota Nagoya pada Senin (21/9/2026) malam, turut berdampak pada permainan mereka selama bertanding.

Hal tersebut diungkapkan Daffa Dhoifullah, salah satu pemain basket 3×3 putra Indonesia yang merasa tiupan angin terlalu kencang akibat dampak taifun Dujuan yang menghantam pesisir timur Jepang.

Read More

“Karena di kota sebelah (Tokyo) sedang ada badai, jadi kami sewaktu shooting terasa mengganggu karena jujur ya memang anginnya kencang,” ungkap Daffa yang ditemui setelah pertandingan di Kinjofuto Station Arena, Nagoya. Kondisi tersebut tidak menguntungkan bagi para pemain yang pada malam ini melaksanakan pertandingan fase grup.

Daffa menyebut bahwa tembakan bola mereka kerap meleset atau tidak sesuai prediksi akibat terkena dorongan angin. “Pengaruh banget, karena pas shooting bolanya jadi belok sedikit. Apalagi pas melakukan free throw kelihatan banget bolanya (melenceng),” kata Daffa, seperti diansir posmerdeka.com dari antaranews.

Pada fase Grup C, tim bola basket 3×3 putra Indonesia telah menyelesaikan dua dari tiga pertandingan. Pada laga Senin, skuad Merah Putih mengantongi satu kekalahan dan satu kemenangan.

Pada pertandingan pertama melawan Qatar, Indonesia dipaksa mengakui keunggulan lawan dengan mencatatkan skor 7-10. Sedangkan pada pertandingan kedua menghadapi Bahrain, Tim three-on-three putra Indonesia yang digawangi Daffa, Halmaheranno Hady, Erick Junior, dan Mohammed Arip itu Indonesia sukses menggondol kemenangan dengan membukukan skor 14-10.

Menyinggung kekalahan melawan Qatar, Daffa menyebu timnya “telat panas” sehingga terpaksa menelan kekalahan. “Tadi lawan Qatar ya, mungkin kami tadi di gim pertama kami ‘slow start’ lah. Jadi ya tadi kami agak-agak lemot di gim pertama tadi,” ujar Daffa.

Sementara kunci kemenangan atas Bahraih, lanjut Daffa terletak pada strategi dan penguatan lini pertahanan. “Memang ada detail-detail yang dilakukan, seperti dari defence, lalu timing permainan. Jadi ada waktunya kami ngotot, ada juga waktunya untuk menahan. Kami lihat juga kondisi lawan siapa yang sedang on perform, siapa yang off perform,” ungkap Daffa.

Tim basket 3×3 putra Indonesia masih menyisakan satu laga penutup fase Grup C dengan menghadapi Taiwan. Pertandingan tersebut akan dilangsungkan pada Rabu (23/9). yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.