Aset Bank BPD Bali Tembus Rp32,10 Triliun

DIREKTUR Utama Bank BPD Bali,I NyomanSudharma,(kedua kanan) saat Gathering Wartawan dan Focus Group Discussion di Renon, Denpasar, Selasa(7/3/2023). Foto: ist
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali,I NyomanSudharma,(kedua kanan) saat Gathering Wartawan dan Focus Group Discussion di Renon, Denpasar, Selasa(7/3/2023). Foto: ist

DENPASAR – Dalam menyikapi perkembangan teknologi pascapandemi Covid-19 serta mewujudkan peran Bank yang inovatif melalui pengembangan ekosistem digital, Bank BPD Bali telah mengembangkan beberapa produk serta aktivitas terbaru, seperti uang elektronik server based Balipay, layanan transaksi Cardless, QRIS Cross Border, kerja sama layanan Payment Gateway, BI – Fast, Online On Boarding, kerja sama Merchant Aggregator, Transaksi FX Spot, FX Swap dan FX Forward, Transaksi DNDF, Co-branding Jakcard, Penerapan SNAP, kerja sama Penyediaan KKPD serta KKPD Bank BPD Bali. Hal itu diungkapkan langsung Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, saat Gathering Wartawan dan Focus Group Discussion di Renon, Denpasar, Selasa (7/3/2023).

Upaya tersebut membuahkan pertumbuhan dana pihak ketiga yang cukup signifikan, yaitu sebesar 13,16 persen, dari Rp23,38 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp26,45 triliun pada tahun 2022, dengan pencapaian rasio CASA sebesar 61,20 persen. Peningkatan tersebut karena kepercayaan masyarakat Bali yang loyal dengan keamanan penempatan dana di bank dalam bentuk tabungan. Disamping itu, bank juga konsisten meningkatkan kemampuan dalam memperoleh dana selain dana pemerintah atau dana non pemerintah/swasta terutama dana retail yang memiliki karakteristik “dana murah” dan “berisiko rendah” dari segi konsentrasi yang mampu meminimalkan kewajiban serta mempertahankan keberlangsungan perolehan laba bank.

Read More

Dibeberkan, sampai dengan Desember 2022, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp604 miliar, atau tumbuh 9,90 persen dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp549 miliar. Sementara, dilihat dari sisi aset, Bank BPD Bali telah menembus angka Rp32,10 triliun, atau tumbuh 11,24 persen dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp28,90 triliun.

Pertumbuhan aset yang cukup signifikan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp20,06 triliun pada Desember 2022, atau tumbuh sebesar 1,35 persen dari Rp19,80 triliun pada Desember 2021. Sesuai dengan visi bank, yaitu menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi perekonomian daerah yang berkelanjutan, secara nyata telah diwujudkan melalui peningkatan kredit produktif sehingga mencapai 53,09 persen dari total portofolio kredit pada Desember 2022.

Sejalan dengan kinerja keuangan yang baik, rasio-rasio keuangan juga menunjukkan pencapaian pada tingkat yang baik. Rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 21,58 persen. Sedangkan rasio profitabilitas yaitu ROA dan ROE masing-masing mencapai angka 2,68 persen dan 18,27 persen. Dari sisi pengelolaan kredit bermasalah, Bank BPD Bali berhasil menurunkan NPL dari 2,42 persen per Desember 2021 menjadi 2,37 persen per Desember 2022. Rasio likuiditas, yaitu LDR per Desember 2022 adalah sebesar 75,85 persen dan rasio efisiensi, yaitu BOPO terjaga pada level 68,87 persen. Sementara dari sisi kepatuhan, tidak ada pelanggaran BMPK, GWM, dan PDN yang dilakukan oleh bank.

Sehubungan dengan raihan prestasi yang telah berhasil dicapai pada tahun 2022, Bank BPD Bali memperoleh beberapa penghargaan di tingkat Nasional, di antaranya Top BUMD Award 2022 dari Top Business, The Best Global Company 2022 dari Economic Review, The Best Bank in SME Financing dari Infobank, BPD Terbaik dalam mendukung P2DD dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Bank KBMI 1/2 Peserta Inovasi Digital Sistem Pembayaran (BI Fast) Terbaik dari Bank Indonesia. Dalam RUPS Tahunan yang berlangsung pada 22 Februari 2022, pemegang saham juga telah menetapkan porsi dividen sebesar 75 persen dari laba bersih atau sebesar Rp453 miliar.

‘’Pembagian dividen ini diharapkan dapat mewujudkan misi bank untuk menggerakkan pembangunan daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, bank juga diharapkan terus menjaga sinergisitas dengan stakeholder serta terus meningkatkan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan pasar,’’ tutup direksi asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung ini. nan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.