POSMERDEKA.COM, BULELENG – Di tengah semangat Bulan Bung Karno VII, Bawaslu Bali kembali melangkah lebih jauh dengan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pendidikan Politik: Ekologis dan Progresif, Muda, Peduli Lingkungan, dan Melek Politik”. Kegiatan dilangsungkan di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng ini menjadi ruang kolaborasi Bawaslu Bali dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng, Rabu (4/6/2025).
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menyatakan keberlangsungan ekosistem lingkungan tidak lepas dari sebuah keputusan dan kebijakan politik. “Kami ingin menegaskan bahwa apa pun profesi dan kegiatannya, semua akan terdampak oleh keputusan politik. Jangan ada lagi narasi siapa pun yang menang akan sama saja. Ada lho dampak nyatanya ke kita,” terangnya.
Ariyani menguraikan, Bawaslu Bali berkomitmen menjadikan semangat ini sebagai bagian dari desain besar demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap kegiatan akan dievaluasi berdasarkan dampaknya: terhadap kesadaran masyarakat, terhadap kebijakan pemilu, dan tentu terhadap kualitas demokrasi kita.
Dari sudut pandang akademisi, I Putu Gede Parma, menilai tantangan demokrasi saat ini tidak hanya soal teknis Pemilu, tapi juga soal dekadensi nilai. Apatisme politik di publik terjadi karena luka yang diulang, janji kosong, politik uang, hoaks dan ujaran kebencian. “Tapi ini tidak bisa dilawan dengan diam. Harus dengan pendidikan, dengan budaya, dan dengan anak muda yang peduli,” ajaknya.
Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, dalam sambutannya memandang kegiatan Bawaslu Bali ini sejalan dengan tema besar “Prana Jagat Kerthi” mahakarya Bung Karno tentang harmoni semesta. “Hari ini kita tidak hanya memperingati gagasan Bung Karno, tapi juga meneruskan semangatnya. Lewat aksi nyata menjaga lingkungan, lewat penguatan peran generasi muda dalam politik, kita sedang menulis bab baru dalam demokrasi Indonesia,” ucapnya.
Dia juga menegaskan Pemkab Buleleng mendukung penuh partisipasi komunitas dan pemuda dalam gerakan lingkungan serta kesadaran politik, sebagai bagian dari estafet perjuangan bangsa. hen























