POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Siswa SMPN 12 Denpasar belajar menjadi petani. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kearifan Lokal”. Lewat gelar karya ini diharapkan peserta didik bisa menerapkan Profil Pelajar Pancasila dan mampu berkembang sesuai dengan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Kepala SMPN 12 Denpasar, Titik Farniati, S.Pd., didampingi Ketua Tim Fasilitator P5, I Putu Oka Sutrisna, S.S.,M.Pd., menyampaikan bahwa Indonesia terkenal dengan negara agraris yang gemah ripah loh jinawi. Tema “Kearifan Lokal” diangkat mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila.
‘’Projek ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap budaya pertanian tradisional Bali dan teknologi pertanian, karena letak geografis sekolah di wilayah persawahan dan terletak di daerah pinggiran kota Denpasar,’’ ujar Titik Farniati, Senin (2/10/2023).
Produk yang dihasilkan berbeda-beda, untuk kelas 7 yaitu eksplorasi mengenai budaya lelakut. Diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa cinta siswa terhadap budaya Bali. Sementara kelas 8 produk mereka adalah benda-benda terkait dengan teknologi pertanian dari proses pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, serta pemeliharaan tanaman hingga panen.
Lebih jauh Titik Farniati mengatakan, di awal proyek, siswa diajak mengenal tentang pertanian baik tradisional maupun modern dengan narasumber yang kompeten serta profesional dibidangnya dengan melaksanakan kolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian Denpasar Utara, Universitas Dwijendra (Fakultas Pertanian). Rektor Universitas Dwijendra, Dr. ir. Gede Sedana, M.Sc., langsung turun sebagai narasumber dan praktisi pertanian sekaligus mengajak pekaseh Subak Sembung.
Setelah tahap pengenalan, siswa diajak melakukan riset dan observasi lapangan untuk memetakan seberapa jauh pengalaman, pengenalan, pemahaman, dan minat siswa sekolah di lingkungannya terhadap pertanian. Dan mengajak siswa melakukan observasi lapangan ke subak terdekat.
Langkah selanjutnya setelah pembentukan pengetahuan (knowledge building) dan penyelidikan kritis (critical inquiry), siswa melakukan curah ide dan pendapat untuk selanjutnya membuat strategi selebrasi. Seluruh rangkaian kegiatan dan proses dalam proyek ini diharapkan bisa mengembangkan dimensi kebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, dan bernalar kritis.
‘’Karena sejatinya kami tidak hanya fokus terhadap hasil namun proses yang sudah peserta didik lakukan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman serta keberpihakan kami kepada keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bagi peserta didik,’’ sebut Titik Farniati.
Pada gelar karya ini dipamerkan produk pertanian seperti lelakut, pupuk, serta alat-alat penunjang pertanian lainnya yang merupakan produk murni peserta didik SMPN 12 Denpasar.
Kabid PSMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, mengapresiasi gelar karya P5 SMPN 12 Denpasar yang sudah berkolaborasi dengan masyarakat dan sesuai dengan asas kebermanfaatan kepada lingkungan di sekitar sekolah. Ia mengajak semua guru untuk mengubah mindset sehingga sejalan dan selaras dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, dan menggerakan komunitas praktisi di sekolah serta berkolaborasi untuk kebahagian peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. tra
























