POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Lima siswa SMPN 2 Denpasar (Spentwo) menorehkan prestasi di event penelitian tingkat internasional. Siswa-siswi SMPN 2 Denpasar itu meraih penghargaan medali emas dalam Indonesia Inventors Day (IID) yang dihelat oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), belum lama ini. Kegiatan itu diikuti 33 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Rusia, India, UEA, Taiwan, Korea Selatan dengan memamerkan 350 project dan dibagi dalam tiga kategori lomba masing-masing, STEM, IYIA dan WINTEX.
Adapun para siswa SMPN 2 Denpasar adalah I Dewa Ayu Istri Kania Maheswari Dewi, Ida Ayu Mas Prabanaya, Made Andre Satria Hootara, I Gede Made Arya Wiwekananda Krisna, dan Ida Bagus Rama Adi Dharma. Para siswa itu didampingi guru pembina Ni Nyoman Widiari, S. Pd., M.Pd., dan Ni Kadek Suartini, S.Pd.
Mereka berlomba dalam kategori Green Technology Technology, Biofuels Textile and Chemical Industry. Karya kreatif yang ditampilkan mengangkat judul “Bioinsecticide Incense Made from Liligundi as Mosquito Repellent”.
Karya ilmiah ini dilatarbelakangi dari adanya penyakit demam berdarah. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mencari insektisida alternatif yang ramah lingkungan dari tumbuhan dan relatif tidak menyebabkan resistensi.
‘’Karena dari zaman dahulu hingga sekarang orang Bali mempercayai daun Liligundi yang mengandung x-pinene, camphene, terpenyal-Acetate sebagai obat nyamuk alami. Liligundi yang dikeringkan biasanya dibakar dan asapnya dipercaya dapat mengusir nyamuk,’’ jelas I Dewa Ayu Istri Kania Maheswari Dewi.
Ia mengatakan, tujuannya untuk membuat produk non-alergi, produk organik untuk mencegah nyamuk, membuat produk yang tidak menimbulkan akibat negatif bagi bumi dan membuat produk yang tidak menimbulkan residu. ‘’Tentu manfaatnya dapat mencegah nyamuk, memiliki bahan yang aman dan non-alergi, dan mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat,’’ sebutnya.
Untuk menguji coba penelitian dupa dari daun Liligundi, para siswa cerdas ini mengumpulkan jentik nyamuk. Jentik nyamuk ditunggu hingga menjadi nyamuk selama 3-4 hari, setelah itu baru bisa melakukan uji coba. Pertama-tama, nyamuk diletakkan di dalam toples yang ditutup dengan jaring, lalu di atas jaring diletakkan dupa yang sudah dihidupkan, asap dupa akan turun ke toplesnya dan dihirup oleh nyamuk, lalu nyamuk yang ada di dalam toples perlahan-lahan akan mati.
Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, S.Pd., Senin (2/10/2023) memberikan apresiasi yang tinggi pada lima siswanya yang berhasil mendapatkan medali emas pada ajang Indonesia Inventors Day. “Astungkara, kami sangat senang dengan capaian ini. Tentunya keberhasilan ini adalah hasil sinergi yang baik antara sekolah, siswa dan orang tua. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada para siswa agar mampu berprestasi,” kata Agung Seniwati dengan optimis.
Terpisah, Kepala Dinas Dikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap kerja keras para siswa dalam mengangkat nama Indonesia, utamanya Denpasar di ajang kompetisi internasional. Di era saat ini, kata dia, siswa perlu banyak-banyak bersaing adu inovasi berbagai ajang. tra
























