Rabies Ngamuk di Karangasem, Alasan Ini Korban Gigitan Anjing Sempat Ogah Divaksin

PETUGAS Puskesmas Abang I melakukan vaksinasi rabies pada warga yang digigit anjing. Foto: ist
PETUGAS Puskesmas Abang I melakukan vaksinasi rabies pada warga yang digigit anjing. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Enam warga digigit anjing rabies di Kecamatan Abang, Karangasem beberapa waktu lalu. Empat orang yang dinyatakan positif rabies merupakan warga Desa Kesimpar, dan dua sisanya warga Dusun Abang Kaler. Meski positif rabies, salah satu korban sempat tidak mau divaksin.

Berdasarkan data yang diperoleh, anjing milik I Wayan Mardana dari Desa Kesimpar, Kecamatan Abang secara membabibuta menggigit tiap warga yang lewat. Dua anak Mardana, yakni Wayan Mudana (13) dan Nengah Adi Bing Selamet (9) juga jadi korban gigitan pada 20 September lalu.

Bacaan Lainnya

Tak berselang lama, anjing itu juga menggigit tiga orang yakni Nengah Surabaya Yasa (12), Nyoman Wage (10), dan Nyoman Putu (32). Bahkan menurut kabar dua hari sebelum itu juga menggigit warga Abang Kaler atas nama I Made Makuta Rama (12). Total ada enam orang digigit.

Menyikapi insiden itu, Mardana menangkap anjing tersebut dan diserahkan kepada Puskeswan Kecamatan Abang. Hasil pemeriksaan sampel, ternyata hasilnya positif rabies. 

Kadistan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, Senin (2/10/2023) mengatakan, untuk di Kecamatan Abang kasus gigitannya dilaporkan pada 26 September. Begitu ada laporan, hari itu juga tim dari Distan Karangasem turun melakukan penyisiran vaksin.

“Ada info salah satu orang yang digigit sempat tidak mau divaksin, tapi sekarang sudah mau divaksin. Kami sudah koordinasi dengan perbekel dan puskeswan setempat untuk langsung mengecek,” terangnya.

Selain di Kecamatan Abang, laporan kasus gigitan anjing juga diterima pada Jumat (29/9/2023). Anjing diduga rabies di Banjar Dinas Tihingan Tengah, Lingkungan Grembeng dan Bunder, Bebandem menggigit enam warga dan seekor anak sapi. Penanganan dilakukan dengan vaksinasi rabies dosis pertama untuk anak sapi yang digigit anjing diduga rabies. Kemudian dilakukan penelusuran keberadaan anjing tersebut.

“Ternyata anjing ditemukan mati di rumah warga setelah sempat berkelahi dengan anjing milik warga. Warga membakar dan mengubur sampah di atas kuburan anjing tersebut, makanya kami tidak bisa melakukan pengambilan sampel otaknya,” imbuh Ngurah.

Meski begitu, Distan memvaksin tiga ekor anjing yang sempat kontak dengan anjing diduga rabies tersebut.

Perbekel Abang, I Nyoman Sutirtayana, membenarkan ada warganya digigit anjing. Salah satu korban gigitan, I Nyoman Putu, asal Abang Kaler, sejak digigit tidak mau divaksin rabies. Alasannya karena takut ke rumah sakit, gegara trauma dulu pernah dirawat akibat terkena mesin gergaji.

“Kalau ke puskesmas atau ke rumah sakit, langsung jantung berdebar dan pingin pingsan,” alasannya saat ditanya Perbekel Abang. 

Menyikapi kondisi tersebut, Perbekel Abang berkoordinasi dengan Puskesmas Abang I dan petugas melakukan vaksin ke rumah Nyoman Putu. “Astungkara, (begitu) petugas datang akhirnya dia mau divaksin,” katanya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses