Anggap Bali Tak Disiplin, Sikap LBP Disayangkan

  • Whatsapp
PEMBINA GTI Provinsi Bali, Pande Mangku Rata. Foto: adi
PEMBINA GTI Provinsi Bali, Pande Mangku Rata. Foto: adi

GIANYAR – Garda Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Indonesia (GTI) Provinsi Bali menyambut positif kedatangan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), ke Bali dalam penanganan Covid-19, beberapa waktu lalu. Namun, GTI menyayangkan pernyataan LBP yang cenderung menyalahkan komponen di Bali, termasuk Gubernur Bali, I Wayan Koster. Hal itu dilontarkan Pembina GTI Provinsi Bali, Pande Mangku Rata, di Gianyar, Minggu (15/8/2021).

Tuduhan LBP kepada Bali yang dianggap tidak disiplin, dan mengatakan ‘’jangan marah kalau turis tidak datang” sebagai pernyataan menyakitkan. ‘’Kalau mau jujur, kini masyarakat sehari-hari hidup di Bali dengan penderitaan akibat keterlambatan sikap pemerintah pusat. Kami di Bali sudah menderita, masih juga disalahkan? Gimana hatinya Pak Menteri ini,” ketusnya heran.

Bacaan Lainnya

Mangku menilai sikap pemerintah pusat, seperti yang direpresentasikan LBP tentang penanganan Covid-19 di Bali, menunjukkan seolah pusat tidak pernah keliru dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, kebijakan baru yang diterbitkan pemerintah pusat saat ini hanyalah kebijakan yang bersifat “akibat” dari kegagalan kebijakan sebelumnya. Seharusnya kebijakan baru tak hanya melengkapi untuk menyempurnakan kebijakan sebelumnya, melainkan membuat rakyat lebih berenergi untuk bersama-sama mengendalikan wabah ini. “’Saya rasa kebijakannya seperti terkesan tambal sana-sini, seperti ban sudah usang,” sindir pria asal Kelurahan Beng, Gianyar ini.

Baca juga :  Lahan Tandus di Bunutan “Disulap” Jadi Kebun Anggur

Kata dia, masyarakat Bali sangat berkepentingan hidup dari pariwisata dengan menghadirkan lebih banyak turis. Karena Covid-19 keburu hadir, pintu gerbang penerbangan internasional sejak awal tidak ditutup pemerintah pusat. Di sisi lain, virus ini telanjur mewabah, di Bali khususnya. Padahal negara lain sudah mulai terbebas dari virus mematikan ini. 

Terkait sikap LBP, Mangku berharap masyarakat Bali dan Pemprov Bali terus berjuang untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Dia yakin bila pemerintah pusat tidak gegabah, rakyat dan Pemprov Bali berani melakukan lockdown, walau hanya beberapa minggu, maka gerak virus ini bisa dicegat. “’Tapi logistik masyarakat harus dipenuhi, tanpa alasan apa pun,’’ tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.