Ancam Bubarkan Cabor Muaythai, KONI Dilaporkan ke Presiden

  • Whatsapp
KETUA Umum Pengprov Muaythai Jawa Barat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB. foto: net

WAKIL Ketua Umum (Waketum) KONI Pusat Mayjen TNI Suwarno memancing polemik di internal tubuh Cabang Olahraga Muaythai. Suwarno dinilai tak punya etika saat berbicara masalah internal cabor di luar forum resmi organisasi.

Suwarno dikabarkan menghadiri undangan diskusi yang mengklaim Forum Diskusi Muaythai Indonesia yang membicarakan masalah standarisasi tata kelola organisasi. Sayangnya kegiatan tersebut dinilai ilegal karena tidak melibatkan kepengurusan resmi PBMI.

Bacaan Lainnya

Reaksi keras datang dari Ketua Umum Pengprov Muaythai Jawa Barat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB. Menurutnya, Suwarno harusnya tak perlu menghadiri acara tersebut karena beberapa alasan.

“Kalau bicara soal standarisasi organisasi, dari semua Cabang olahraga yang terdaftar di KONI, baru ada 9 cabor yang punya sertifikat BSANK. Salah satunya Cabor Muaythai. Padahal dilihat segi usia berdiri, Muaythai tergolong baru. Baru 9 tahun yang lalu,” ucap Evi.

Selain itu, dia selaku Ketua Panitia Rakernas Muaythai Indonesia, menegaskan bahwa seharusnya Suwarno memastikan diri akan hadir di Rakernas sebagai forum resmi organisasi. Bukan di acara ilegal.

Lebih lanjut, Raja LAK (Lembaga Adat Kertawan) Galuh Pakuan itu, menyebut Suwarno bukan karakter pembina dan tidak adil dalam menyampaikan pendapatnya. “Kalau alasan medali emas ganda, ada 6 cabor yang memberikan medali emas ganda karena sgt situasional bukan Muaythai saja,” ungkapnya.

Baca juga :  6 Kabupaten/Kota di Bali Masih Zona Merah Covid-19

Kemudian, terkait insiden DKI vs Kaltim sudah diperiksa dan diputuskan oleh Dewan Hakim cabor. PB.PON tak patut lagi dikomentari dipublik oleh pejabat KONI Pusat karena yang sudah berproses dan berjalan dalam sistem yang sudah diatur dalam THB Muaythai PON Papua.

Terkait khusus aturan pertandingan Muaythai oleh Wasit Ring yang memiliki kuasa penuh dalam menentukan lanjut atau tidaknya pertandingan, khususnya terkait DKI vs Kaltim sudah sesuai aturan yang berlaku secara proporsional.

“Pertandingan Muaythai di PON Papua berjalan aman dan sukses, tidak seperti cabor beladiri lain yang berakhir dengan keributan sampai di luar ring pertandingan. Pertanyaannya kenapa Pak Suwarno hanya melihat miris Muaythai, sedangkan cabor lain yang bermasalah sampai diluar ring pukul-pukulan tak dipermasalahkan?” tanya Evi, yang dikutip posmerdeka.com dari porosjabar.com.

“Atau apakah dia masih dilingkupi dendam karena tak berhasil melarang Muaythai tanding di PON Papua, sementara cabor yang dia inginkan sekali main di PON malah belum bisa diikutkan di PON Papua?” imbuhnya.

Jika pak Suwarno selaku Waketum I KONI Pusat bermental pembina, maka seharusnya tak boleh berkomentar bahwa Muaythai terancam tidak dimainkan di PON Aceh lantaran alasan yang tidak patut. Apalagi dilatarbelakangi kebencian terhadap cabor Muaythai sejak awal berdirinya. Terbukti belum pernah sekalipun Suwarno hadir dikegiatan pembinaan organisasi dan prestasi yang dilaksanakan oleh PB. MI, tapi selalu diwakilkan ke stafnya.

Baca juga :  Presiden: Subsidi Gaji Penghargaan bagi yang Taat Bayar Iuran BPJS

Kesimpulannya, apapun namanya tindakan Suwarno dalam steatmennya di medsos setelah memberikan materi di Diskusi Nasional Muaythai semalam tgl 8 Nov 2021 di hotel Santika Jakarta yang tak diakui pelaksanaannya oleh PB.MI. Diduga karena acara tersebut hanya kedok untuk menjatuhkan dan mencemarkan nama baik PB.MI. Acara itu dilaksanakan orang yang kecewa di PON Papua.

“Ini sangat mencedarai semangat pembinaan organisasi dan prestasi atlet serta cenderung melanggar HAM karena dengan sengaja merencanakan dengan daya upaya menghambat atlet Muaythai untuk berkarya dan mengembangkan karir. Menghambat juga masa depannya melalui cabor Muaythai yang sudah diakui oleh Pemerintah, KONI Pusat dan KOI,” ujar Raja Galuh Pakuan.

Yang lebih aneh lagi, Suwarno selaku Waketum I KONI Pusat hadir memberikan materi di diskusi tersebut, padahal yang mengundang adalah oknum dan/atau kelompok yang memiliki agenda untuk menjatuhkan dan merusak nama baik dan kehormatan organisasi Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI). Itu berarti sama saja dengan Suwarno mendukung agenda ilegal dan berbahaya bagi organisasi.

“Maka dengan ini, kami siap mengirim surat ke Presiden RI, Menpora atas ancaman yang dilayangkan oleh Pak Suwarno terhadap PBMI, ” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.