Anak TK di Karangasem Diduga Hendak Diculik, Korban Diimingi Mainan, Polisi Investigasi

ILUSTRASI. IWAJ (6), pelajar Taman Kanak-kanak (TK), diduga hendak diculik orang tidak dikenal dengan diiming-imingi mainan pada Rabu (1/2/2023) sekitar pukul 17.00 Wita. Polisi masih pendalaman untuk menyelidiki apakah peristiwanya benar terjadi atau tidak. Foto: net
ILUSTRASI. IWAJ (6), pelajar Taman Kanak-kanak (TK), diduga hendak diculik orang tidak dikenal dengan diiming-imingi mainan pada Rabu (1/2/2023) sekitar pukul 17.00 Wita. Polisi masih pendalaman untuk menyelidiki apakah peristiwanya benar terjadi atau tidak. Foto: net

KARANGASEM – IWAJ (6), pelajar Taman Kanak-kanak (TK), diduga hendak diculik orang tidak dikenal dengan diiming-imingi mainan pada Rabu (1/2/2023) sekitar pukul 17.00 Wita. Kejadiannya di wilayah Banjar Dinas Tumbu Kaler, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.

Menyikapi informasi itu, kepolisian sedang melakukan pendalaman untuk menyelidiki apakah peristiwanya benar terjadi atau tidak. Sebab, di lokasi kejadian saat itu sedang sepi, tidak ada saksi lain kecuali anak kecil yang diduga hendak diculik.

Read More

“Untuk laporan, tidak ada masuk ke kami. Namun, dari informasi yang beredar di masyarakat, kami tetap lakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” kata Kapolsek Karangasem, Kompol I Putu Sunarcaya, Kamis (2/2/2023).

Kapolsek mengaku saat ini cukup kesulitan untuk mendapat informasi terkait kebenaran kabar tersebut, karena tidak ada bukti dan petunjuk. “Tapi kami tetap akan melakukan pendalaman,” janjinya.

Perbekel Desa Tumbu, I Kadek Oki Leriyanta, juga mengaku tidak tahu pasti kebenaran informasi itu. Hanya, dari keterangan anak yang hendak diculik, dia mengaku sempat diiming-imingi mainan oleh orang tidak dikenal dan diajak masuk mobil. “Tapi anak itu tidak mau dan langsung lari pulang ke rumah,”jelas Leriyanta.

Terlepas benar atau tidak kabar burung itu, dia tetap mengimbau para orangtua untuk tetap waspada dan selalu mengawasi anak-anaknya saat bepergian. Pengawasan diperlukan agar potensi penculikan bisa diminimalisir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, upaya penculikan terjadi saat IWAJ disuruh ibunya berbelanja di warung, jaraknya sekitar 150 meter dari rumah. Saat hendak pulang, tiba-tiba ada dua pria tidak dikenal mengendarai mobil berhenti. Mereka turun dan kemudian mengiming-imingi anak kecil itu mainan, serta disuruh masuk ke mobil.

IWAJ menolak masuk, dan berkata punya banyak mainan di rumah. Dia langsung berlari menuju ke rumah, dan segera menceritakan apa yang dialami kepada ibunya. Sang ibu bercerita ke pemilik warung, yang kemudian diteruskan ke pihak Desa Tumbu untuk ditindaklanjuti. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.