Alun-alun Gianyar “Dimeriahkan” Pedagang Kaki Lima

  • Whatsapp
PEDAGANG kaki lima berjualan di badan jalan di seputaran Alun-alun Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Pedagang di seputaran Alun-alun Gianyar sampai kini tetap marak meski berkali kali ditertibkan Satpol PP Gianyar. Terlebih pada malam hari, yang berjualan di badan jalan tambah banyak, tak ubahnya pasar malam. Beberapa warga mengeluh, karena pedagang memenuhi badan jalan yang biasa digunakan untuk parkir mobil maupun sepeda motor.

Ketut Suteja, warga asal Blahbatuh, Gianyar, Minggu (26/12/2021) menuturkan, dia kesulitan mencari tempat parkir di alun-alun itu. Selain karena pengunjung ramai, juga karena badan jalan yang biasa digunakan parkir dipakai berjualan oleh pedagang kaki lima.

Bacaan Lainnya

Dia berharap pedagang kaki lima ditertibkan, tidak sampai berjualan di badan jalan yang biasa digunakan untuk parkir. “Kami harap petugas menertibkan, kasihan pemilik warung yang ada. Mereka ditutupi pedagang kaki lima yang jualan di badan jalan,” keluhnya.

Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, yang dimintai tanggapan mengatakan, instansinya tetap melakukan penertiban karena berjualan di badan jalan melanggar Perda No. 15/2015. “ Kami rutin tertibkan untuk menciptakan kota yang bersih, asri, nyaman dan aman,” sebutnya.

Lebih jauh diuraikan, setiap saat ada petugasnya berpatroli. Para pedagang itu juga cukup lama diberi toleransi selama pandemi ini. “Semestinya mereka sadar dan disiplin mengikuti aturan, juga ikut menjaga Gianyar yang ‘Aman’,” sesalnya.

Baca juga :  Duh, Virus dapat Ditemukan di Sperma

Dia menegaskan, pemerintah tidak melarang orang berjualan, tapi berjualanlah di tempatnya. “Siapa pun masyarakat yang mengetahui warga yang melanggar perda, boleh ditegur itu. Kami ingin tumbuhkan rasa disiplin dan sadar tidak melanggar aturan dan tertib aturan, atau malu melanggar aturan yang ada,” tegasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.