Ali-Farin Maju di Pilgub dan Pilkada Lobar, Gerindra Dipastikan Solid Tatap Pilkada 2024

  • Whatsapp
KETUA Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) DPP Gerindra, Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK (dua kiri), menunjuk Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Al Khaeri (dua kanan), dan Naufar Farin Farinduan (kanan) saat konferensi pers, Senin (27/9/2021). foto: rul

MATARAM – Setelah menjadi partai papan atas di NTB pada Pemilu 2019 lalu, Partai Gerindra cukup percaya diri memasang target mengusung kader sendiri sebagai kandidat Gubernur/Wakil Gubernur pada Pilkada Serentak 2024 mendatang. Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khaeri, didorong maju sebagai calon Gubernur. Selain itu, untuk Pilkada Lobar, nama Nauvar Furqony Farinduan juga ditetapkan sebagai calon Bupati Lobar.

“Jika saya tunjuk orang itu, apalagi kader, tentu saya akan kawal langsung. Selamat adik saya, Ali Al Khaeri, dan Mas Nauvar, sebagai calon kepala daerah di Pilkada Gubernur dan Pilbup Lobar,” kata Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) DPP Partai Gerindra, Bambang Kristiono, dalam konferensi pers, Senin (27/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut politisi yang akrab disapa HBK itu, dia minta dua kader terbaiknya itu untuk segera melakukan sosialisasi ke masyarakat. Dia yakin dengan soliditas kader Gerindra di NTB, maka suara partai akan terus naik. Untuk mendukung pencalonan kader pada Pilkada Serentak 2024, dia berkata akan melakukan restrukturisasi dan peremajaan pengurus.

“Yang jelas saya enggak main-main. Kenapa saya dorong adik saya Ali, karena dia kalangan milenial, termasuk Mas Farin. Jadi, untuk mendukung gerakan mereka, saya akan dorong anak muda untuk ambil alih pimpinan partai. Ini agar ada spirit baru, sehingga perjuangan partai untuk meraih kemenangan di Pilkada dan Pileg 2024 bisa terwujud,” urai anggota DPR RI asal Pulau Lombok itu.

Baca juga :  Bupati Suwirta Ajak Teladani Semangat “Puputan” dalam Melaksanakan “Swadharma”

Pada kesempatan itu HBK juga menegaskan komitmen politiknya untuk tidak maju menjadi calon Gubernur NTB pada Pilkada 2024, selain karena bukan prioritas politiknya saat ini. “Menjadi Gubernur NTB bukan prioritas saya, karena Ibu Dian (istri HBK) tidak mengizinkan. Saya cukup menjadi Wakil Ketua di DPR RI,” sambungnya.

Prioritas utamanya saat ini, ucapnya, menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI dari Pulau Lombok. Dia juga bisa sering melayani dan membantu masyarakat melalui Yayasan HBK Peduli yang dimiliki. Melalui Yayasan HBK Peduli itu dia bisa bergerak, menyapa, dan bersilaturahmi dengan masyarakat.

Menyongsong Pilkada 2024, dia menegaskan Gerindra menetapkan sejumlah calon yang akan bertarung, baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Sebelumnya, nama HBK disebut-sebut menjadi kandidat kuat pada Pilgub NTB 2024. Bahkan namanya santer disebut akan menjadi penantang Gubernur petahana, Zulkieflimansyah.

Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Al Khaeri, berujar penunjukan dia oleh partai tidak bisa dibayangkannya selama ini. Jika sudah partai memberi mandat, dia menegaskan kesiapan untuk sosialisasi. “Apalagi saya yakin mesin partai solid untuk bekerja kalau sudah itu keputusannya,” kata Ali.

Penunjukannya sebagai calon kepala daerah, baik itu Gubernur atau Wakil Gubernur, disebut bukan merupakan sebuah gaya-gayaan. Justru itu amanah untuk diperjuangkan secara politik. “Saya siap, setia, dan berani mengambil tanggung jawab ini,” tegasnya.

Baca juga :  Kantongi Bukti Berkhianat, PDIP Resmi Usulkan Pecat Made Gianyar

Calon Bupati Lobar yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Lobar, Naufar Farin Farinduan, merasa penunjukan dirinya sebagai calon kepala daerah sebagai hadiah luar biasa dan sebuah kebanggaan baginya.

“Insya Allah, mandat ini siap dan berani saya pegang. Ini akan saya tindak lanjuti dengan berjuang sekuat tenaga, pikiran dan biaya untuk kemenangan di Pilkada Lobar,” tandas Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.