Alat Berat Rusak, Jalan di Bedulu Ditutup Dua Hari

  • Whatsapp
KAPOLRES Gianyar memantau pengalihan kendaraan di Jalan Raya Bedulu. Foto: adi
KAPOLRES Gianyar memantau pengalihan kendaraan di Jalan Raya Bedulu. foto: adi

GIANYAR – Penutupan Jalan Raya Bedulu dan Jalan Raya Wanayu di Desa Bedulu, Blahbatuh, molor menjadi dua hari dari sehari yang direncanakan. Adanya kerusakan alat berat yang digunakan, itulah soalnya. Penutupan jalan berlangsung selama dua hari, dan jalan baru bisa dilewati pada Jumat (9/10/2020).

Meski jalan dibuka, tapi masih nampak sejumlah buruh bekerja. Selain itu, kontur jalan yang belum rampung memicu kemacetan di seputar dua ruas jalan tersebut. Pengumuman awal dari Desa Bedulu, jalan akan ditutup selama 24 jam atau dari Rabu pukul 08.00 Wita sampai Kamis pukul 08.00 Wita. Namun, pengerjaan drainase di dua titik jalan itu lebih lama dari yang diestimasi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja membersihkan lumpur di gorong-gorong. Sejumlah material juga masih tampak di areal tersebut. Dua titik jalan yang sempat dipotong juga masih rusak, karena hanya ditimbun pasir. Kondisi ini cukup mengganggu pengguna jalan, terutama kendaraan yang membawa barang, karena harus melaju pelan-pelan.

Perbekel Bedulu, Putu Ariawan, Jumat (9/10/2020) mengakui proyek pelebaran drainase itu dilakukan selama dua hari. Selain ada kerusakan alat berat, sebutnya, PDAM harus memotong pipa PDAM saat penggalian, juga ada kabel Telkom. “Di lapangan kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Kami atas nama pemerintah desa, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat pengguna jalan atas keterlambatan pengerjaan,” jelasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster: Kabinet Indonesia Maju Kompak Dukung Pemulihan Bali

Ariawan menambahkan, saat ini pengerjaan memang masih berlangsung. Sekarang mengerjakan trotoarnya, dan diperkirakan akan berlangsung sebulan. Drainase yang memotong dua ruas jalan itu, kata dia, sebelumnya relatif sempit. Kemudian tambah sempit karena sedimentasi (endapan lumpur) dan dijejali sampah, sehingga ketika dilanda hujan kawasan ini selalu banjir.

“Saluran kecil, tidak bisa menampung air saat musim hujan, ada pendangkalan juga. Semoga dengan diperbaiki dan dibesarkannya got bisa mengatasi banjir saat hujan,” harapnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.