Akses Keluar-Masuk ke Bendungan Unud Diminta Dipasang Pintu

  • Whatsapp
PERTEMUAN membahas pemasangan pintu pada akses keluar-masuk Bendungan Unud. Foto: ist
PERTEMUAN membahas pemasangan pintu pada akses keluar-masuk Bendungan Unud. Foto: ist

MANGUPURA – Demi keamanan dan kenyamanan, akses pintu keluar-masuk bendungan di kompleks Unversitas Udayana (Unud) Jimbaran diminta dipasang pintu permanen. Ini untuk mencegah terulangnya kejadian warga tenggelam di bendung tersebut.

Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Artha, menerangkan permintaan pemasangan pintu di akses keluar-masuk bendung tersebut atas permintaan masyarakat Kuta Selatan. Mereka khawatir kejadian orang tenggelam di bendungan itu kembali terjadi, terlebih sudah dua kali orang tenggelam di bendungan tersebut.

Bacaan Lainnya

Gede Artha berujar, bendungan tersebut dibangun dan dikelola BWS Bali Penida. Namun bendung itu berdiri di lahan milik Unud dan selama ini dimanfaatkan oleh Unud. ‘’Pemasangan pintu masuk permanen itu sudah disanggupi oleh BWS dan akan segera dikerjakan. Pihak BWS sendiri mengaku memang sudah ada rencana memasang pintu, tinggal menunggu realisasi anggaran,’’ ungkapnya.

Sebelum pemasangan pintu permanen itu dilakukan, pihaknya mendorong agar akses pintu keluar-masuk bendung itu sementara dipasangi pagar dari bambu. Ini untuk meminimalisir kejadian orang tenggelam terulang kembali. ‘’Ada dua titik akses masuk bendung, yaitu di sebelah timur dekat dengan jalan raya dan sebelah barat. Walaupun di sana ada terpasang plang dilarang masuk, tapi itu perlu ditutup agar tidak diterobos. Apalagi saat ini musim hujan, jadi agak rawan,’’ paparnya.

Baca juga :  Larangan Kumpul Lebih dari Tiga Orang di Zona Merah

Pihak Desa Adat Jimbaran, kata Gede Artha, juga menyampaikan keinginan untuk menggelar upacara pecaruan di bendungan itu. Hal itu sebagai tindak lanjut dari peristiwa tenggelamnya warga di lokasi.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong agar kawasan tersebut ke depannya bisa dijadikan lahan konservasi taman bumi banten. Hal itu disambut pihak Unud, karena bisa dijadikan hutan lindung kampus. ‘’Jadi taman bumi banten itu sejalan dengan program pak Bupati Giri Prasta. Desa adat Jimnaran juga mendukung dan siap akan mensupport untuk melepas hewan yang dilestarikan di lokasi itu,’’ imbuhnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.