Aksar Sasar Milenial Jadi Penggerak Ekonomi Loteng

  • Whatsapp
HL Aksar Anshori (dua kanan) saat berdiskusi dengan pelaku usaha milenial di Desa Jelantik, Kamis (23/7/2020). Foto: fahrul
HL Aksar Anshori (dua kanan) saat berdiskusi dengan pelaku usaha milenial di Desa Jelantik, Kamis (23/7/2020). Foto: fahrul

MATARAM – Generasi milenial dalam kancah politik harus diberi ruang gerak untuk mengabdi dan memberi segenap pemikirannya demi kemajuan daerah. Apalagi dalam dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0, pemuda harus menjadi penggerak peningkatan ekonomi untuk menciptakan usaha baru dan melahirkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Hal itu diutarakan bakal calon Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL Aksar Anshori, Kamis (23/7/2020).

Kata dia, berbagai ide, kreativitas, dan inovasi milenial sangat dibutuhkan masyarakat hari ini. Alasannya, mereka akan menjadi aktor utama membuka lapangan pekerjaan. “Pemuda menjadi guru bagi masyarakat agar tercipta ekonomi kreatif, yang lahir dari tangan-tangan pemuda dan ibu-ibu,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Mantan Ketua KPU NTB itu menuturkan, kaum milenial jangan hanya jadi basis massa para peserta pemilu. Justru harus diberi ruang inovasi dan kreasi untuk sama-sama memikirkan kehidupan masyarakat di proses demokrasi hari ini, sekaligus penggerak dan penjaga demokrasi. Menurutnya, bukan hanya dalam politik, kaum milenial harus menjadi pencipta dalam melahirkan lapangan pekerjaan dengan kreativitas dan inovasinya dalam berpikir.

Sekretaris PWNU NTB itu mengaku sangat memperhatikan semangat kewirausahaan kalangan milenial di Lombok Tengah. Aksar mencontohkan, di Desa Jelantik terlihat anak muda setempat mampu menghasilkan keuntungan dari usaha budidaya pertanian. Usaha itu diklaim dapat memenuhi permintaan dan kebutuhan beras oleh pasar.

Baca juga :  Leo/Daniel dan Shesar Kandas, Indonesia tanpa Wakil di Semifinal Swiss Open 2021

Hal serupa juga dilihat di wilayah lain dari usaha yang bersifat hobi, misalnya tanaman bonsai, ayam petelur, burung murai dan wallet. Generasi muda didaku mampu meraup keuntungan menjanjikan. Berpijak dari itu, dia bilang berkomitmen fokus mengembangkan usaha milenial untuk tumbuh dan berkembang. Caranya, dengan membuat klaster kewirausahaan di tiap desa melalui program pemerintah daerah yang promilenial. “Pemda akan menyiapkan pasar, permodalan, serta peningkatan kompetensi bagi pelaku usaha generasi milenial itu secara proporsional dan berkeadilan,” tegasnya menandaskan. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.