Orangtua Siswa Keluhkan Padatnya Pembelajaran Online, Sari Galung Ingatkan Disdikpora Lakukan Pengawasan

  • Whatsapp
ANGGOTA Komisi IV DPRD Bali, Ni Wayan Sari Galung. foto: gus alit

DENPASAR – Tahun pelajaran 2020/2021 telah dimulai. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun masih menetapkan bahwa tahun ajaran ini sistem pembelajaran masih menggunakan dalam jaringan atau daring (online). Mengingat, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan angka transmisi lokal mengalami trend kenaikan.

Para siswa belajar di rumah dan guru memberikan tugas secara online. Namun masalah klasik kembali terjadi. Para orangtua siswa mengeluh karena kini dihadapkan dengan kendala pembelian kuota dan juga harus didukung telepon pintar (smartphone).

Bacaan Lainnya

Tak hanya persoalan itu, orangtua siswa yang notabene bukan seorang tenaga pendidik, kesulitan dalam mendampingi anak-anak mereka. Pasalnya, selain belajar secara online yang terkadang diberikan banyak tugas dan tak mengenal waktu oleh guru, anak-anak juga mengikuti pelajaran yang disiarkan langsung melalui TVRI.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Ni Wayan Sari Galung, di S.Sos., pun angkat bicara dan meminta kepada para Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) baik itu ditingat provinsi maupun kabupaten/kota, agar mengingatkan kembali para kepala sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap gurunya yang memberikan pelajaran daring.

“Memang di masa pandemi ini guru disarankan untuk aktif mencari solusi dalam pembelajaran secara online. Mengingat para orangtua maupun anak-anak mereka belum siap betul menghadapi pembelajaran jarak jauh ini melalui daring. Tentunya ini sangat memberatkan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2020).

Baca juga :  Disbud Badung Minta Prajuru “Jagra”, Antisipasi Pencurian di Pura

Srikandi PDIP Dapil Denpasar juga mengingatkan bahwa sistem pembelajaran online ini harus menyenangkan dan lebih menekankan edukasi tentang protokol kesehatan dalam upaya memutus penyebaran virus Sars-Cov-2 ini.

“Jangan sampai membebani siswa. Apalagi saya dengar, ada guru yang memberikan tugas pada malam hari untuk anak kelas II SD di Denpasar melalui link YouTube hingga 20 soal yang harus disalin. Tentu ini sangat memberatkan dan tak mengenal waktu. Ini akan berpengaruh terhadap imun mereka, karena terjadi tekanan,” tuturnya.

Sari Galung yang juga Wakil Ketua Bidang Nelayan, DPD PDIP Bali ini mengingatkan bahwa ekonomi masyarakat saat ini sedang turun drastis dan bahkan minus, akibat dampak dari tutupnya industri parwisata dan juga sejumlah tempat usaha karena adanya pandemi ini.

“Momen Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli ini, maka ini harus dipikirkan dan jadi pertimbangan para guru dalam memberikan pelajaran secara online, sehingga tidak memberatkan anak-anak maupun orangtua khususnya untuk pembelian kuota data,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut perempuan yang tinggal di Pegok Sesetan ini, harus sesegera mungkin disikapi oleh Disdikpora provinsi maupun kabupaten/kota. “Segera turun lakukan pengawasan dan jangan biarkan ini terus berlarut. Kasihan orangtua siswa. Jangankan untuk membeli kuota data, untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka seperti beras saja sudah kesulitan,” tandasnya.

Baca juga :  Cok Ace Harap Perusahaan Tetap Laksanakan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Masa Pandemi

Pihaknya pun menyarankan, dalam pembelajaran secara online ini memanfaatkan aplikasi yang tidak terlalu banyak memakan kuota data. “Saya rasa cukup memberikan tugas dengan aplikasi WhatsApp (WA) saja. Karena selain lebih mudah, saya yakin semua orang di perkotaan pasti memiliki aplikasi ini. Mengingat, WA ini tidak terlalu banyak memakan kuota, asal tidak dipergunakan untuk mengirimkan video dengan durasi panjang,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.