Akhir Bulan Ini, Alat Uji Swab PCR di Buleleng Ditarget Beroperasi

  • Whatsapp
DIRUT RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, SpPD. Foto: ist
DIRUT RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, SpPD. Foto: ist

BULELENG – Bantuan alat uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dari BNPB pada September lalu, ditargetkan mulai beroperasi di RSUD Buleleng pada akhir Oktober 2020. Sejauh ini, RSUD Buleleng masih menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung pengoperasian alat uji swab PCR tersebut.

Dari informasi, anggaran yang diperlukan melengkapi sarana dan prasarana (sarpras) itu mencapai Rp1,5 miliar. Dana itu di luar bangunan dan analis penunjang alat tersebut. Kabarnya dana sebesar itu bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Bacaan Lainnya

Dirut RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, SpPD mengatakan, saat ini pihaknya harus menyediakan alat pendukung lainnya untuk bisa mengoperasikan alat PCR itu. Alat pendukung itupun harus dipesan karena tidak begitu familiar. Dan ini dilakukan sesuai dengan birokrasi pengadaan barang agar tidak menyalahi aturan.

“Anggaran untuk perlengkapan sarana kurang lebih sebesar Rp1,5 miliar. BNPB hibahkan alat PCR, maka kami harus mengeluarkan dana untuk sarpras pendukungnya dengan nilai yang kurang lebihnya hampir sama,” kata Arya Nugraha.

Selain harus menyediakan alat pendukung, pihaknya juga harus menyediakan ruangan khusus pemeriksaan PCR, yang terdiri beberapa sekat dari penerimaan bahan, verifikasi bahan, pemeriksaan hasil, dan pencatatan. Bukan itu saja, analis juga mesti disiapkan hingga 10 orang.

Baca juga :  Patroli Dialogis Ajak Pedagang Waspadai Upal dan Corona

Para analisi ini terlebih dahulu harus mengikuti pelatihan di rumah sakit yang sudah mengoperasikan alat PCR. Pasalnya, tugas seorang analis ini sangat krusial dan harus teliti karena memiliki risiko. Hanya saja diakui Arya Nugraha, analis yang dimiliki sejatinya mencukupi dan bisa digunakan.

“Kami bisa memakai analis yang lama, diambil dari pekerja di lab. Tapi kami tetap perlu analis baru untuk mengganti yang digeser itu untuk mengoperasikan PCR. Kami sudah membuka lowongan analis, sejauh baru ada 1 orang melamar,” jelas Arya Nugraha.

Apabila seluruh sarpras pendukung terpenuhi, selanjutnya Gugus Tugas akan meminta izin operasional kepada Menteri Kesehatan RI. Arya Nugraha pun optimis, alat uji swab PCR ini beroperasi di Buleleng pada akhir Oktober nanti. “Mesin ini nanti mampu memeriksa sebanyak 90 spesimen per satu gelombang. Itu cukup untuk Buleleng,” pungkasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.