POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Selama bertahun-tahun pelanggan PDAM di wilayah Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem cukup kesulitan mendapat aliran air bersih. Padahal di wilayah mereka terdapat sumber mata air besar, yang bahkan mampu mengaliri hingga dua kabupaten sekaligus. Dalam seminggu, air PDAM mengalir tak lebih dari dua kali atau bahkan hanya sekali. Di sisi lain, tagihan rajin datang setiap bulan.
Salah seorang pelanggan PDAM di Desa Besakih, I Nyoman Artana, Senin (26/6/2023) menuturkan, untuk mencukupi kebutuhan air bersih, dia dan kebanyakan warga di Besakih membeli air bersih. Hampir dua minggu sekali dia membeli air bersih seharga Rp140 ribu per tangki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk ternaknya.
“Sudah bertahun-tahun seperti ini, jadwalnya air mengalir sekali seminggu atau bahkan bisa sebulan dua kali. Selama ini saya tetap bayar PDAM setiap bulan karena ada tagihan yang datang,” kisahnya.
Menurut Sekretaris Desa Besakih ini, penyebab sulitnya air mengalir ke Desa Besakih karena pompa dan pipa yang ukuran dan kapasitasnya kecil. Jika keduanya diganti dengan kapasitas yang disesuaikan, dia yakin persoalan air yang selama ini terjadi bisa teratasi.
Desa Besakih, sambungnya, sempat mengusulkan ke Pemprov Bali maupun ke Pemkab Karangasem untuk pengadaan pipa dan pompa. Artana berharap permintaan itu bisa ditanggapi Pemprov. Menurut informasi yang diperoleh, dia menyebut pengadaan untuk kelancaran air di Besakih dicanangkan dengan estimasi biaya lebih dari Rp5 miliar. Cuma kemungkinan karena dana belum ada, makanya belum terealisasi.
“Kami tidak mesalahkan petugasnya, solusinya ya harus diganti mesin dan pipanya agar lebih besar, Jika tidak diganti, walaupun petugas kerja keras, tidak akan bisa apa. Kami sudah usulkan, kami paham betul apa kendalanya,” lugasnya.
Kepala Unit PDAM Kecamatan Rendang, Wayan Mangku, mengakui adanya kondisi tersebut. Kapasitas mesin pompa saat ini disebut sudah dimaksimalkan, agar bisa mengalir paling tidak satu minggu sekali. “Kami juga suplai air melalui mobil tangki jika ada permintaan yang masuk,” sebutnya.
Dia mendaku juga sudah mengusulkan untuk tahun 2024 mendatang penggantian dua mesin pompa dari enam mesin yang ada, dengan mesin yang berkapasitas lebih besar. Tujuannya agar bisa lebih memaksimalkan lagi pasokan air, paling tidak bisa mengalir lima hari sekali. nad
























