POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak di usia dini, penting untuk terus digalakkan. Untuk itu, penting adanya penerapan suatu kurikulum muatan lokal tentang budaya mulai dari jenjang PAUD dan pendidikan nonformal, sehingga budaya yang ada tetap terpelihara.
Penegasan itu disampaikan Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, S.Pd., M.Pd.H., saat membuka workshop penyusunan silabus muatan lokal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonfomal 2023 di di Aula SPNF SKB Kota Denpasar, Senin (26/6/2023). Kegiatan workshop diikuti 60 orang, yang terdiri dari 30 orang dari satuan PAUD dan 30 orang dari satuan pendidikan nonformal/kesetaraan di Kota Denpasar.
Agenda workshop yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (26/6/2023) sampai dengan Rabu (28/6/2023) merupakan bagian dalam mengembangkan kurikulum dan penilaian PAUD sesuai dengan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. Dan silabus merupakan gambaran standar kompetensi yang didalamnya memuat komponen-komponen materi pembelajaran, kegiatan, parameter kompetensi yang hendak dicapai dalam bentuk penilaian.
Dengan begitu, sambung Sugiantini, akan memberikan manfaat besar nantinya, seperti, meningkatkan mutu dan kualitas satuan PAUD, dan meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dalam menyusun. Termasuk mengevaluasi kurikulum PAUD berbasis muatan lokal dan meningkatkan kompetensi peserta didik baik kemampuan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan anak usia dini.
Sugiantini juga menyinggung bahwa tujuan penting lain dari kegiatan workshop adalah, untuk memperoleh rumusan dan konsep pelaksanaan kurikulum untuk mewujudkan kesiapan pendidik PAUD dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses kegiatan pembelajaran. Juga memberikan pemahaman kepada guru dalam menjalankan tugasnya, mendorong untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Sugiantini mengakui bahwa workshop penyusunan silabus muatan lokal kurikulum PAUD harus dimaknai sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan pemahaman pendidik PAUD dalam menyusun silabus kurikulum PAUD berbasis muatan lokal, serta bisa mengembangkan kurikulum tersebut sesuai dengan kebutuhan daerah. Dan, penyusunan silabus perlu dilakukan satuan pendidikan yang formal maupun nonformal pada tiap awal tahun ajaran baru, karena kurikulum juga sebagai bahan utama dalam penilaian akreditasi satuan pendidikan.
Diingatkan Sugiantini bahwa salah satu hal yang menentukan dalam keberhasilan pendidikan pada lembaga PAUD adalah kurikulum PAUD berbasis muatan lokal yang baik dan relevan serta mampu diimplementasikan dalam proses pembelajaran PAUD. Dengan begitu, PAUD dan pendidikan nonformal haruslah dapat menjaga martabat lulusannya agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Selain melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, juga dapat mengukur kemampuan peserta didik melalui silabus yang digunakan untuk melakukan penilaian. Karenanya, ia meminta kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menyerap ilmu narasumber. tra
























