8 Peserta Gugur Seleksi P3K Guru Tahap II di Jembrana

  • Whatsapp
KADISDIKPORA Jembrana, Ni Nengah Wartini. Foto: man

JEMBRANA – Delapan peserta yang ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru tahap II di Kabupaten Jembrana tidak bisa mengikuti ujian, sehingga dinyatakan gugur. Pasalnya, kedelapan peserta tersebut absen tanpa konfirmasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, Ni Nengah Wartini, Senin (13/12/2021) mengatakan, dari 570 pendaftar P3K guru tahap II di Jembrana, dipastikan 8 orang gugur.

Bacaan Lainnya

“Ada sebanyak 9 orang sebenarnya absen. Namun 8 kita gugurkan karena absen tanpa keterangan. Untuk yang satu orang lagi absen dia dan jelas keterangannya sakit, sehingga nanti akan mengikuti ujian susulan,” katanya.

Lebih lanjut Wartini mengatakan, berdasarkan jadwal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), hasil seleksi P3K guru tahap II akan diumumkan pada Kamis (16/12/2021) mendatang.

Namun pengumumannya saat itu belum final. Karena masih ada tahapan masa sanggah dan jawaban masa sanggah dari tanggal 17-25 Desember hingga tahap pengumuman pascamasa sanggah pada tanggal 30 Desember 2021.

Dalam rekrutmen tahun 2021, Pemkab Jembrana mendapat jatah sebanyak 938 formasi P3K guru SD dan SMP. Namun dalam seleksi tahap I yang dilaksanakan beberapa bulan lalu, sementara baru ada 371 peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan masih tersisa sebanyak 567 formasi P3K guru SD dan SMP di Jembrana.

Baca juga :  Ini Cara Agar Bayi Tak Terinfeksi jika Melahirkan di Tengah Wabah Covid-19

Total 562 peserta yang telah mengikuti seleksi P3K guru tahap II di Jembrana, tidak hanya terdiri dari peserta yang mendaftar formasi P3K guru SD dan SMP. Namun juga ada pendaftar formasi P3K guru SMA/SMK.

Dengan masih adanya 567 formasi P3K guru SD dan SMP yang belum terisi setelah seleksi tahap I itu, dipastikan masih ada formasi yang lowong setelah pengumuman seleksi tahap II.

Wartini menambahkan, seleksi tahap I, khusus dibuka bagi para kalangan guru non ASN untuk formasi yang tersedia di sekolah tempat mengabdi atau sekolah induk.

Sementara dalam seleksi tahap II, persaingan lebih berat karena juga dibuka peserta dari kalangan lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru) untuk formasi yang masih kosong di domisili setempat.

”Sedangkan dalam tahap III juga lebih terbuka karena pelamar dibebaskan melamar untuk memperebutkan formasi yang masih kosong se-Indonesia,” pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.