64 Desa di Gianyar Raih Penghargaan Pusat, Penyalur BLT DD Tercepat Nasional

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra. Foto: ist
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra. Foto: ist

GIANYAR – Kabupaten Gianyar menjadi daerah penyalur Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tercepat di Indonesia. Atas prestasi tersebut, 64 desa di Gianyar mendapat penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi atas penyaluran BLT DD yang tepat waktu. Hal itu diungkapkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Rabu (2/12/2020).

Menurut Mahayastra, keberhasilan ini berkat semua pegawai Dinas PMD dan aparatur desa bergerak cepat untuk kepentingan masyarakat di tengah pandemi. “Semua desa di Kabupaten Gianyar mendapat penghargaan dari Bapak Menteri Desa tanpa terkecuali, atas keberhasilan menyalurkan BLT tepat waktu dan tercepat di tingkat nasional. Ini berkat kerja keras para perbekel yang mengikuti segala arahan saya untuk gerak cepat mendahulukan kepentingan rakyat,” cetusnya.

Bacaan Lainnya

Dia melanjutkan, prestasi ini menunjukan semua bahu-membahu mengutamakan kepentingan masyarakat. Desa di Gianyar tercepat di tingkat nasional mencairkan BLT adalah Desa Peliatan. 

Kepala Dinas DPMD, Dewa Ngakan Ngurah Adi, menambahkan, yang dimaksud tepat waktu adalah sesuai amanah Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Desa PDDT bahwa pencairan BLT DD tahap pertama bulan April, Mei dan Juni 2020. Desa di Gianyar pada bulan tersebut sudah mentransfer BLT ke rekening masyarakat yang berhak menerima, sesuai musdus dan musdes. Tahap pertama pada bulan April, Mei, Juni 2020, jumlah penerima BLT DD sebanyak 9.334 orang dengan nilai Rp 16.801.200.000. 

Baca juga :  Waspadai Curah Hujan Tinggi Rusak Infrastruktur

Selanjutnya tahap kedua pada Juli, Agustus, September, jumlah penerima 9.098 orang dengan nilai Rp8.188.200.000. “Terakhir tahap tiga pada bulan Oktober, November, Desember 2020 sedang berlangsung pencairannya,” ugkapnya.

Total nilai yang diterima masyarakat juga berbeda. Kata dia, tahap pertama sebanyak 9.334 menerima Rp600 ribu per bulan. Tahap kedua sebanyak 9.098 menerima Rp300 ribu per orang per bulan. Untuk tahap ketiga, dia berkata belum bisa memberi data, karena pencairannya masih berlangsung. Kemungkinan per orang menerima antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per bulan, bergantung sisa dana desa yang bisa dialokasikan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.