61 Persen Sekolah di Denpasar Telah Melaksanakan PTM Terbatas

  • Whatsapp
PELAKSANAAN PTM Terbatas di salah satu sekolah di Denpasar. Sejak dibuka 1 Oktober lalu, sampai saat ini tercatat 61 persen sekolah di Denpasar telah melaksanakan PTM Terbatas. Foto: ist
PELAKSANAAN PTM Terbatas di salah satu sekolah di Denpasar. Sejak dibuka 1 Oktober lalu, sampai saat ini tercatat 61 persen sekolah di Denpasar telah melaksanakan PTM Terbatas. Foto: ist

DENPASAR – Jumlah sekolah di Denpasar yang dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, terus bertambah, setelah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mencatat, sebanyak 423 sekolah atau 61 persen dari 693 satuan pendidikan dari PAUD/TK hingga SMA/SMK negeri atau swasta di Kota Denpasar telah menyelenggarakan PTM secara terbatas sejak dibuka 1 Oktober 2021. Sisanya, masih menyelenggarakan pembelajaran tatap maya atau daring.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan, terbitnya izin PTM Terbatas pada sejumlah sekolah tersebut lantaran sekolah telah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan dan prosedur pembelajaran yang aman dari penularan virus Covid-19. Sehingga oleh gugus tugas dan instansi terkait direkomendasikan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Bacaan Lainnya

‘’Meski izin telah terbit, kami tetap akan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM Terbatas, untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran dan penerapan prokes di sekolah. Kegiatan evaluasi akan kami lakukan secara kontinu,’’ terang Agung Wiratama, Kamis (14/10/2021).

Agung Wiratama merinci, untuk jenjang PAUD dari 292 satuan pendidikan, sebanyak 145 satuan pendidikan (49,66%) sudah menyelenggarakan PTM Terbatas. Tingkat SD/MI dari 254 sekolah, sebanyak 213 sekolah (83,85%) sudah menggelar PTM Terbatas.

Baca juga :  Lolos ke Semifinal PON XX, Tim Basket Putri Bali Bertekad Lanjutkan Tren Kemenangan

Tingkat SMP/MTs dari 84 sekolah, tercatat 44 sekolah (52,38%) sudah menyelenggarakan PTM Terbatas secara bertahap sejak 1 Oktober lalu. Pada jenjang SMA dari 37 sekolah sebanyak 16 (43,24%) sudah mulai menyelenggarakan tatap muka, dan di tingkat SMK dari 35 sekolah, baru 5 sekolah (14,29%) yang melaksanakan PTM Terbatas.

PTM Terbatas tetap mengedepankan prinsip kebijakan pendidikan di masa pendemi Covid-19. Yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama. Selain itu, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi perimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan.

Karenanya Agung Wiratama meminta agar setiap sekolah bisa berhati-hati dan berusaha maksimal untuk mencegah potensi penularan Covid-19 di sekolah. Sehingga harapannya kegiatan PTM tidak menjadi klaster penularan virus bagi siswa maupun guru atau pegawai.

Agung Wiratama menyatakan, selama hampir dua pekan pelaksanaan PTM terbatas, Disdikpora Kota Denpasar belum menerima laporan adanya siswa atau guru yang terpapar Covid-19. ‘’Sejauh ini belum ada laporan terkait adanya siswa atau guru yang terpapar Covid-19,’’ lugasnya.

Agung Wiratama juga mengapresiasi rencana pelaksanaan skrining Covid-19 dengan cara melakukan tes swab secara acak yang dilakukan Kemenkes di sekolah. Ia meyakini langkah Kemenkes tersebut akan berpengaruh pada kepercayaan sekolah saat menggelar PTM Terbatas yang sampai saat ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga :  Bupati Badung Terima Kunjungan Kerja Wali Kota Makassar, Diskusi Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Pada Masa Pandemi

‘’Itu bagus (tes swab acak), ini untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan bersama. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama,’’ katanya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.