60 Tempat Ibadah di Buleleng Kantongi Suket Aman Covid-19

  • Whatsapp
Foto : GEDE SUYASA Gede Suyasa. Foto: rik
Foto : GEDE SUYASA Gede Suyasa. Foto: rik

BULELENG – Sebanyak 60 tempat ibadah di Buleleng dinyatakan aman dari Covid-19 dan mendapat surat keterangan (suket) aman Covid-19 yang ditandatangani Ketua GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Dengan begitu, maka tempat ibadah bisa melakukan kegiatan keagamaan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

‘’Suket ini bersifat dinamis. Jika dalam satu minggu ke depan, ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditemukan disekitar tempat ibadah yang dinyatakan aman, maka suket aman Covid-19 akan dicabut. Status dalam suket menjadi tidak aman. Ini sesuai surat edaran Menteri Agama dan Gubernur Bali,’’ ujar Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (26/6).

Dari 60 tempat ibadah yang mendapat suket aman tersebar di delapan kecamatan. Dengan rincian Kecamatan Buleleng ada 15 tempat ibadah, Kecamatan Sukasada 10 tempat ibadah, Kecamatan Seririt delapan tempat ibadah, Kecamatan Busungbiu satu tempat ibadah, Kecamatan Banjar empat tempat ibadah, Kecamatan Tejakula delapan tempat ibadah, Kecamatan Kubutambahan satu tempat ibadah dan Kecamatan Gerokgak 13 tempat ibadah.

Baca juga :  Bali Tunggu Hasil Lab 9 Pasien Terduga COVID-19 dari Balitbangkes

Suyasa yang juga menjabat Sekda Buleleng ini menyebutkan, semua penilaian tersebut berdasarkan indikator hasil verifikasi yang dilakukan. Misalnya, tidak ada pasien terkonfirmasi positif di daerah tempat ibadah tersebut, memiliki perlengkapan-perlengkapan protokol kesehatan seperti thermo gun dan tempat cuci tangan. ‘’Kami verifikasi apakah tempat ibadah tersebut aman untuk beribadah. Khususnya mengenai penyebaran Covid-19,’’ ucap Suyasa.

Di sisi lain, ia menyebutkan, sejauh ini kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng, didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG). Bahkan, dari 93 kasus pasien yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona di Buleleng, 78 pasien di antaranya yang berasal dari OTG.

Untuk itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, saat ini OTG yang menjadi fokus perhatian untuk diwaspadai.

Baca juga :  Bali Tambah 2 Pasien Covid-19 Meninggal, Sembuh 41, Positif 63 Orang

Pada awal wabah virus Corona ada di Buleleng, hanya pasien bergejala yang dijadikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). PDP ini selanjutnya dilakukan tes usap (swab test) dan terkonfirmasi positif. ‘’Belakangan ini justru OTG mendominasi. Mereka tanpa gejala, jadi susah mendeteksi,’’ kata Suyasa.

Para OTG ini awalnya meminta untuk dites cepat (rapid test) dan hasilnya reaktif. Dari hasil tersebut, OTG ini di tes usap dan terkonfirmasi positif. OTG yang meminta rapid ini ada dari pelaku perjalanan yang dites cepat di Puskesmas. Bahkan hasil traking dari pasien terkonfirmasi positif juga didominasi oleh OTG.

‘’Masyarakat harus waspada dan harus displin dalam menjalankan protokol kesehatan. Walaupun tidak bergejala, protokol kesehatan juga harus tetap dijalankan secara ketat supaya tidak terpapar atau menularkan,’’ pinta Suyasa.

Baca juga :  Bedeng Buruh Terbakar, Motor Ikut Ludes

Sementara perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, saat ini terdapat secara kumulatif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif 93 orang, pasien dinyatakan sembuh 81 orang, dalam perawatan ada 11 orang dan satu orang dirujuk ke Denpasar. Jumlah PDP negatif 19 orang, 2 orang masih dirawat, dan 6 orang PDP yang terkonfirmasi.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, ODP masih dipantau sudah tidak ada, selesai masa pantau 112 orang dan ODP terkonfirmasi 9 orang. Selanjutnya OTG secara kumulatif berjumlah 1.909 orang, dengan rincian OTG selesai masa pantau 1.639 orang, OTG karantina mandiri 191 orang, OTG dirawat di RS Pratama Giri Emas ada satu orang, dan OTG terkonfirmasi terdapat 78 orang. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.