Pembukaan Sekolah Tunggu Keputusan Gugus Tugas

  • Whatsapp
Foto: KADISDIKPORA JEMBRANA KADISDIKPORA Nengah Wartini didampingi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha saat memberi keterangan pers, Jumat (26/6). Foto: man
Foto: KADISDIKPORA JEMBRANA KADISDIKPORA Nengah Wartini didampingi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha saat memberi keterangan pers, Jumat (26/6). Foto: man

JEMBRANA – Kebijakan masuknya siswa ke sekolah di wilayah Jembrana masih belum ditentukan. Hal ini dikarenakan situasi masih pandemi virus Corona. Disdikpora Jembrana bersikap hati-hati membuka kembali kegiatan sekolah mengingat keselamatan dan kesehatan siswa didik masih menjadi prioritas utama.

‘’Kami harus hati-hati dan secara intens mengamati perkembangan Covid-19 di Jembrana saat ini. Anak-anak didik dengan usia masih muda cukup rentan terhadap penyebaran Covid-19. Jadi pengawasannya perlu ekstra. Kebijakan nanti tetap mengacu kepada keputusan Gugus Tugas terhadap kondisi terkini Covid-19 di Jembrana,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jembrana, Nengah Wartini; didampingi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, Jumat (26/6).

Wartini mengatakan, saat ini memang sudah ada SKB tentang panduan pembelajaran dikeluarkan Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri tentang panduan pembelajaran. SKB itu memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk membuka tahun pembelajaran pada Juli mendatang. Namun catatan, daerah itu mesti kategori zona hijau dalam penanganan Covid-19. ‘’Nah, apakah Jembrana sudah tergolong zona hijau inilah kami terus koordinasikan dengan pihak gugus tugas,’’ jelasnya.
Selain itu, ada syarat lainnya yang harus dipenuhi apabila daerah ingin membuka proses pembelajaran di sekolah. Di antaranya kesiapan sekolah menyiapkan protokol Covid-19, serta kesepakatan bersama atau ijin dari pihak orang tua murid. Sambil menunggu berbagai keputusan tadi, Disdikpora Jembrana sudah melakukan berbagai kesiapan menyongsong pendidikan pada kenormalan baru (new normal).

Baca juga :  “Lockdown” Lawan Corona, Golkar Tunggu Hal Ini

‘’Secara intens, kordinasi sudah kami jalin dengan Dinas Pendidikan Provinsi membahas draf penyelenggaraan pembelajaran dalam tatanan new normal,” ungkapnya.

Disdikpora Jembrana juga memberikan sekolah memanfaatkan dana BOS untuk pemenuhan berbagai macam sarana prasarana persiapan kenormalan baru. Sesuai aturan pemerintah pusat, memberikan relaksasi bagi pihak sekolah untuk menggunakan dana BOS untuk membeli APD, disinfektan, masker dan lainnya.

Bahkan pembelian paket data pun diijinkan mengingat di tengah pandemi, metode pembelajaran secara daring kerap kali digunakan. Ia menyebut, role pendidikan tatap muka ini, kita tetap mengacu aturan pusat. Di masa transisi ini sudah dicoba simulasikan sambil menunggu situasi benar-benar aman.
‘’Kita rencanakan sekolah tatap muka dibuka bertahap sesuai jenjang tingkatan pendidikan. Dimulai dari SLTA , SMP dan SD serta tingkat PAUD. Contoh lainnya dengan mengatur jam belajar siswa tidak full time, hingga mengatur kapasitas ruangan mungkin secara sif pagi dan sore sehingga satu kelas terisi maksimal 30 persen saja,’’ sebutnya.

Baca juga :  Jubir Penanganan Covid-19 Ingatkan Penguatan Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara, dari data yang disampaikan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, jumlah pasien Covid-19 positif bertambah satu orang. Sehingga total pasien Covid-19 positif di Jembrana berjumlah 32 orang.

‘’Pasien itu asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, seorang lansia berumur 66 tahun. Dia ini hasil traking kami dari pasien positif ber-KTP Denpasar yang sempat pulang kampung ke Jembrana. Hasil swab-nya dinyatakan positif dan pasien ini tergolong transmisi lokal Bali,’’ katanya.

Sementara untuk pasien sembuh di Jembrana berjumlah 28 orang. Terakhir, Kamis (25/6) sudah dipulangkan satu pasien menjalani perawatan terlama di Bali di RSPTN Udayana. “Jadi hingga saat ini, RSU Negara masih merawat empat pasien psoitf Covid-19, rinciannya satu pasien dari Desa Berangbang, Desa Kaliakah dan Desa Ekasari serta Desa Tegal Badeng Timur,’’ pungkasnya. 024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.