6 Komisioner Asal Bali Lolos Seleksi KPU-Bawaslu RI, John Darmawan Jajal “Pindah Jalur”

  • Whatsapp
Gde Suardana dan John Darmawan. Foto: hen
Gde Suardana dan John Darmawan. Foto: hen

DENPASAR – Enam komisioner aktif asal Bali di KPU RI, KPU Bali dan Bawaslu Bali meramaikan sekaligus lolos seleksi administrasi KPU RI dan Bawaslu RI. Mereka adalah Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (KPU RI), Gde John Darmawan (KPU Bali), Luh Putu Widyastini (KPU Bali), Ketut Ariyani (Bawaslu Bali), Ketut Rudia (Bawaslu Bali) dan Wayan Widyardana (Bawaslu Bali). Selain enam nama itu, dua mantan komisioner KPU kabupaten, I Gde Suardana (KPU Buleleng) dan I Made Kariada (KPU Klungkung), juga lolos seleksi administrasi.

Kejutan kecil hadir dari pilihan John Darmawan, yang kali ini memilih jalur ke Bawaslu. Sebelumnya, John aktif menjadi komisioner KPU Denpasar dua periode sejak 2008, dan kini nyaman mengampu Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM di KPU Bali. Soal alasan dia “pindah jalur” untuk seleksi kali ini, Selasa (23/11/2021) John berkata antara KPU dan Bawaslu sama-sama sebagai penyelenggara pemilu. Tidak sekadar meramaikan seleksi, partisipasinya ke Bawaslu juga dilandasi pertimbangan tertentu.

Bacaan Lainnya

“Kita tahu bahwa Pemilu 2024 itu berat, pertarungan lebih sengit karena tidak ada petahana. Konsekuensinya, tingkat pragmatisme masyarakat akan makin tinggi. Saya merasa pengalaman teknis saya di KPU semoga bermanfaat untuk dipakai di Bawaslu,” ujar John yang sudah di Jakarta untuk bersiap mengikuti tes CAT, psikotes dan membuat makalah pada Rabu (24/11/2021), saat dihubungi via telepon.

Baca juga :  Kodam IX/Udayana Distribusikan Wastafel ke Pura

Berbeda dengan John yang berstatus petahana, Gde Suardana sudah tiga tahun berada di luar jalur komisioner. Kini aktif sebagai dosen salah satu PTS ternama di Denpasar, Suardana menjabat Ketua KPU Buleleng periode 2013-2018, dan setelah itu tidak lolos seleksi kembali. Tiga tahun tidak mengurus pemilu, apa masih optimis lolos seleksi berikutnya? “Jika sudah daftar dan lolos administrasi, maka hal utama harus optimis untuk mewarnai proses seleksi di KPU RI,” jawabnya, ditemui beberapa saat sebelum berangkat ke Jakarta.

Dia berucap, jika terpilih dapat memberi sumbangsih untuk mewujudkan pemilu berkualitas. Sebab, terangnya, tantangan Pemilu 2024 yakni membenahi sistem keserentakan di jajaran lembaga adhoc. Tujuannya adalah mengefisienkan proses pungut dan rekapitulasi suara di TPS agar berjalan transparan dan akuntabel.

“Sasaran kita itu adalah bagaimana menghindari jatuhnya korban jiwa dari penyelenggara di bawah karena beban kerja mereka sangat berlebih. Jangan sampai terulang kejadian Pemilu 2019 lalu, yang sampai 800 lebih korban jiwa,” serunya.

Bahwa dia cukup lama di luar jajaran penyelenggara, Suardana mendaku tidak ada perubahan signifikan aturan kepemiluan saat ini dibanding sebelumnya. Selain itu dia berujar sempat mengalami menjalankan tahapan Pemilu 2019, yang garis besarnya mirip dengan Pemilu 2024. “Yang berbeda hanya soal keserentakan saja, selain itu relatif sama. Jadi, ya tetap optimislah,” tutupnya.

Baca juga :  Lidartawan: Solid Berarti Semua Belajar

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, mengakui dia ikut seleksi untuk Bawaslu RI. Namun, dia memilih merendah dengan berucap partisipasinya itu sekadar meramaikan saja. “Biar ada juga perempuan dari Bali yang ikut seleksi,” katanya usai sosialisasi pengawasan partisipatif di Kuta Utara, Badung, Sabtu (30/10/2021).

Di kesempatan terpisah, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Lidartawan, mengaku sangat gembira dengan aktifnya komisioner dan mantan komisioner KPU dari Bali ikut bertarung di kancah nasional. Selain sangat mendukung, dia menyebut lolos seleksi administrasi itu menandakan keseriusan koleganya untuk berpartisipasi. “Saya bangga dan mendukung rekan-rekan melamar ke KPU RI. Kalau lolos sampai akhir, berarti membuktikan kualitas orang Bali sebagai penyelenggara pemilu,” cetusnya singkat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.