209 Pasien Covid-19 yang Isoman Dipindah ke Tempat Isoter, Ibu Melahirkan dan Lansia Dikecualikan

  • Whatsapp
PENJEMPUTAN pasien Covid-19 yang isoman dipindah ke tempat isoter yang disediakan Kabupaten Buleleng. Foto: rik
PENJEMPUTAN pasien Covid-19 yang isoman dipindah ke tempat isoter yang disediakan Kabupaten Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Sebanyak 209 pasien Covid-19 di Buleleng yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (Isoter) oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng. Ini dilakukan sesuai instruksi Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI, Luhut Binsar Panjaitan, saat bertandang ke Buleleng, pekan lalu.

Wakil Bupati yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, I Nyoman Sutjidra, membenarkan proses evakuasi besar-besaran terhadap warga yang selama ini sedang melakukan isoman. Pemindahan ini dilakukan untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 terutama pada klaster keluarga.

Bacaan Lainnya

Terbukti dalam satu bulan terakhir ini, penyelenggaraan isoter membuahkan hasil yang baik. ‘’Selama pasien menjalani isoter, tidak ada yang tidak sembuh ataupun mengalami kematian,’’ ungkap Sutjidra usai menjadi pembina dalam apel gelar pasukan pergeseran isoman ke tempat isoter, Sabtu (14/8/2021) di Lapangan Ngurah Rai (Taman Kota) Singaraja.

Selain itu, pasien yang menjalani isoman dijamin tidak bisa disiplin. Sehingga, perlu dipindahkan ke tempat isoter. Isoter yang dilakukan Buleleng selama ini menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Bali. Ada sebanyak 209 orang pasien Covid-19 dipindah ke tempat isoter berasal dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Baca juga :  Tim Verifikasi Mulai Turun ke Lapangan

Sutjidra mengungkapkan pada proses pergeseran isoman ke isoter, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melibatkan personel dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pada saat penjemputan, Satgas Penangan Covid-19 sudah menyiapkan dua bus, lima minibus dan didukung dari kendaraan Kodim 1609/Buleleng serta kendaraan dari Polres Buleleng.

‘’Jumlah yang dipindahkan ini masih di bawah ketersediaan tempat tidur yang mencapai 270 buah. Kami targetkan semua isoman bisa digeser ke isoter kabupaten. Jadi personel sudah mulai bergerak sekarang,’’ kata Sutjidra.

Meski demikian diakui Sutjidra, dari hasil koordinasi dengan seluruh aparat desa, masih terdapat diskresi (kebebasan mengambil keputusan dalam situasi yang dihadapi) jika seadainya ada salah satu isoman menolak digeser ke isoter. Asalkan dengan catatan, pihak desa siap bertanggungjawab untuk mengawasi secara ketat.

‘’Tidak semua yang melakukan isoman digeser ke isoter. Misalnya, ada ibu baru saja melahirkan, kemudian ada pasien yang hidup sebatangkara. Jadi pihak desa dan desa adat, harus betul-betul bertanggungjawab dan ada juga tenaga kesehatan ikut mengawasi,’’ pungkas Sutjidra. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.