NTT dan NTB Tandatangan Pinjaman SMI, Gubernur NTB Prioritaskan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB, H. Zulkieflimansyah (kiri); bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan keterangan kaitan kerjasama kedua daerah dengan PT SMI. Foto: rul
GUBERNUR NTB, H. Zulkieflimansyah (kiri); bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan keterangan kaitan kerjasama kedua daerah dengan PT SMI. Foto: rul

MATARAM – Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah; bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menandatangani perjanjian pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara virtual, Jumat (13/8/2021) petang.  ‘’Kami sangat berterima kasih kepada PT SMI atas pinjaman yang diberikan. Ini memberikan nafas bagi kami untuk segera membangkitkan perekonomian di NTB,’’ ujar Gubernur dalam siaran tertulisnya, Minggu (15/8/2021).

Bang Zul mengatakan, pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB dan pembangunan infrastruktur jalan yang diharapkan akan segera memulihkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat. Berdasarkan master plan Pemerintah Provinsi NTB, pinjaman dana PEN yang diterima pemerintah Provinsi NTB dari PT SMI dengan jumlah sebesar Rp750 miliar.

Bacaan Lainnya

Sebesar Rp250 miliar akan diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan perekonomian daerah melalui perbaikan sejumlah infrastruktur jalan yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-NTB. Ruas-ruas jalan yang diprioritaskan adalah jalan yang potensial tuntuk sentral produksi pangan, kawasan industri smelter, kawasan menuju Geopark Tambora, kawasan terisolir. Potensial  untuk ketahanan pangan seperti komoditas kopi dan lain-lain serta kawasan menuju destinasi pariwisata.

Baca juga :  Memasuki Fase Kenormalan Baru, Satpol PP Gianyar Pantau Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Kemudian prioritas penggunaan dana pinjaman tersebut juga dimanfaatkan untuk pengembangan RSUD NTB senilai Rp500 miliar. RSUD NTB, sebagai sentral rumah sakit rujukan kesehatan bagi masyarakat NTB serta mampu menghadirkan rumah sakit yang memiliki pelayanan standar internasional yang akan mendukung penyelenggaraan MotoGP 2022 dan event internasional lainnya di NTB.

Senada dengan Gubernur NTB, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyampaikan rasa syukur karena persetujuan pinjaman senilai Rp1,03 triliun untuk pembangunan infrastruktur itu. Menurutnya, Provinsi NTT sangat diuntungkan dengan pinjaman tersebut.

‘’Kita bersyukur bahwa proses panjang ini hari ini dapat terealisasi dengan penandatanganan perjanjian kredit antara pemerintah provinsi dengan PT SMI,’’ ujar Gubernur Laiskodat terpisah.

Pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, embung dan air bersih dari dana pinjaman tersebut, harap Gubernur Laiskodat, dapat membantu masyarakat NTT, sehingga menjadi bagian stimulus pembangunan ekonomi provinsi.  Gubernur Laiskodat juga menyebut, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi sendi kehidupan di level masyarakat terkecil hingga tatanan dunia, pemerintah pusat melalui program pemulihan ekonomi membantu provinsi dengan pinjaman PEN dari SMI.

‘’NTT sangat diuntungkan lewat pinjaman ini dimana kita bisa menyelesaikan jalan dan jembatan yang rusak dan membantu masyarakat sehingga pemerintah tidak mengalami masalah serius,’’ kata Gubernur laiskodat.

Dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur itu, maka segala produk pertanian mampu dimanfaatkan dan dipasarkan secara maksimal. Selain itu juga dapat membuka akses dan meningkatkan akomodasi ke daerah daerah yang eksotik untuk mendukung pariwisata.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Nasional dari BPS Pusat

Sementara itu, Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, menjelaskan, pinjaman ini merupakan respons dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan atas dampak dari pandemi Covid-19 yang memengaruhi ekonomi dan keuangan di setiap daerah. Tentunya, PT SMI senantiasa berupaya mendorong pemda agar bisa mengatasi khusus percepatan pemulihan ekonomi.

‘’PT SMI juga akan terus melakukan pemantauan atas penyaluran dana pinjaman ini agar pembangunan di daerah berjalan dengan baik,’’ ujarnya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya pinjaman ini mampu meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik. ‘’Kami mengharapkan peran serta seluruh pemerintah pusat dan daerah untuk mampu mengawal pencapai tujuan yang diharapkan,’’ ujarnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.