MATARAM – Sebagai negara yang baru terlepas dari belenggu rezim Orde Baru, perjalanan demokrasi di Indonesia masih butuh waktu untuk sampai pada posisi stabil. Makanya, bersama kebebasan pers, demokrasi selayaknya berjalan beriringan sebagai wujud reformasi Indonesia.
“Dalam posisi ini, tentu kualitas pers merupakan tonggak demokrasi yang menentukan kemajuan suatu negara. Saya minta insan pers, utamanya di NTB, terus menjadi pilar demokrasi,” pesan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022, di halaman Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Minggu (6/2/2022).
Bang Zul, sapaan akrabnya, berujar maju atau tidaknya sebuah bangsa dan negeri bergantung dari kualitas persnya, sebagai tonggak demokrasi yang hebat. Karena itu, peningkatan kompetensi para jurnalis dirasa sangat penting. Apalagi melihat perkembangan era digitalisasi saat ini.
Digitalisasi, lanjut Zul, adalah hal yang perlu diantisipasi juga oleh wartawan. “Jadi, pelatihan wartawan, pelatihan media itu mengikuti cara-cara yang berbeda juga,” ulasnya.
Dengan akan banyaknya event internasional diselenggarakan di NTB, dia berharap wartawan dapat membantu menyukseskan kegiatan tersebut dari segi pemberitaan. “Hampir tiap bulan kita akan penuh dengan hal-hal yang sifatnya internasional. Belum lagi kompetisi yang sifatnya nasional. Oleh karena itu membutuhkan wartawan-wartawan yang harus upgrading (meningkatkan) kompetensinya juga,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, Zul tak lupa mengucapkan selamat Hari Pers dan mengingatkan tantangan yang dihadapi media ke depan tidaklah mudah. “Selamat Hari Pers. Mudah-mudahan pers tetap jadi pilar demokrasi yang betul-betul sehat. Pelakunya yakni wartawan tentu harus meningkatkan kompetensi dirinya masing-masing,” pesannya menandaskan. rul























