DENPASAR – Dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 ketat, SMP PGRI 2 Denpasar melaksanakan Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop berlangsung 30-31 Juli 2021 dan dibuka Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. IGN Eddy Mulya, SE.,M.Si.
Kegiatan diikuti stakeholder SMP PGRI 2 Denpasar mengudang narasumber I Wayan Kamasan, S.Pd., M.Pd. Agenda workshop dihadiri Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Pembina SMP PGRI 2 Denpasar, I Wayan Murah, S.Pd.; dan Pengawas Drs. I Wayan Ginastra, MM.
Plt. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., mengungkapkan, kurikulum merupakan komponen utama dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Penyesuaian kurikulum sangat diperlukan sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Ayu Sri Wahyuni berkata, workshop ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan mutu sekolah serta anak didik di tengah pandemi Covid-19.
Ketua YPLP PGRI kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana, mengapresiasi Pemkot Denpasar sudah menjalankan PPDB tegak lurus sesuai juknis. Ini tak terlepas dari konsisten Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara. Hal ini tentu memberikan kesempatan bagi sekolah swasta untuk mendapatkan siswa.
Workshop Review K-13, lanjut Madiadnyana, merupakan langkah awal. Kurikulum sebagai panduan dalam menjalankan tugas sehari-sehari di sekolah. Kurikulum itu tidak kekal tapi terus berubah sesuai tuntutan zaman. Karenanya ia menyebut workshop ini penting untuk diikuti sampai tuntas, setelah itu dikerjakan dan dilakukan evaluasi.
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, mengatakan, semangat guru-guru SMP PGRI 2 Denpasar mengikuti workshop merupakan ciri-ciri guru bahagia. Tak boleh menyerah pada kondisi pandemi Covid-19, tapi harus dilewati terlebih pengabdian dalam dunia pendidikan. Pengelola satuan pendidikan, sambung dia, memiliki arti penting. Pendidikan tak boleh berhenti karena pandemi. Generasi muda harus terus mendapat sentuhan pendidikan sebagai pemilik masa depan.
Eddy Mulya menyebut SMP PGRI 2 Denpasar salah satu sekolah favorit dan dicintai masyarakat. Terbukti sekolah ini tetap jadi pilihan masyarakat. PPDB yang sudah dijalan tegak lurus dan berkeadilan, tegas Eddy Mulya merupakan bentuk komitmen pemerintah dan tidak ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta.
Didukung sarana prasarana yang representatif dan PBM berjalan efektif, ia yakin anak-anak bersekolah di swasta sama dengan dengan di negeri. Karena itu, ia mengingatkan jadikan sekolah itu sebuah taman bagi siswa yang membuat anak-anak senang dan bahagia.
Workshop review kurikulum ini, kata Eddy Mulya, mendorong menyukseskan filosofi Merdeka Belajar. Karenanya ia mendorong SMP PGRI 2 Denpasar menjadi pelopor pendidikan Merdeka Belajar. Kedua, menyiapkan agen transformasi dan perubahan serta menciptakan guru penggerak. Bahkan, Plt. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar yang juga calon guru penggerak diminta mampu melahirkan 30 agen calon guru penggerak di SMP PGRI 2 Denpasar. Eddy Mulya juga mendorong sekolah menciptakan dan menjadi contoh tata kelola sekolah yang baik. Dimulai dari manajemen dan memiliki empati dalam menghadapi setiap perubahan di masyarakat. Karenanya di tengah pandemi Covid-19 ini, ia mendorong persekolahan di Denpasar turut ambil peran hadir di tengah-tengah masyarakat membangun rasa kepedulian dan menyama braya dengan ikut membantu UMKM. tra























