POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dengan semakin maraknya penipuan menggunakan file Apk dan link web, Dinas Kominfosan Bangli Bidang Persandian mengevaluasi penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) dalam aplikasi Si-imut, dan privasi keamanan informasi, dengan menghadirkan narasumber dari tim pengembang aplikasi Si-imut. Ida Bagus Gede Brahmantara dan Computer Security Incident Response Team (CSIRT), I Wayan Abyong, menjadi narasumber evaluasi bersama para kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan admin Si-Imut seluruh Bangli, Senin (2/10/2023).
Dalam paparannya, Brahmantara berkata akan melakukan perbaikan terkait permasalahan yang terjadi, agar aplikasi tersebut bisa lebih baik lagi dipergunakan. Dalam evaluasi, dia menyebut ada beberapa kendala yang disampaikan terkait operasional aplikasi Si-Imut yang menggunakan TTE. Antara lain barcode (kode batang) TTE hanya muncul di lembar pertama dokumen, sedangkan untuk lembar berikutnya tidak muncul.
“Kendala lainnya, file dokumen yang direvisi tidak bisa dihapus, sehingga terlalu banyak file yang tersimpan. Selama ini TTE hanya bisa dilakukan satu penandatangan,” ungkapnya.
Menanggapi semakin maraknya penipuan menggunakan apk WA dan tautan link web, Wayan Abyong berharap masyarakat tidak sembarangan mengklik tautan tersebut. Jika misalnya telanjur mengklik, dia menyarankan melakukan sejumlah beberapa langkah.
Dimulai dari memutuskan koneksi data seluler, membersihkan data dan cache, hapus aplikasi bodong, ganti username, password dari email pribadi. “Juga mobile banking serta format ulang ponsel,” pesannya.
Dia wanti-wanti tentang betapa pentingnya pergantian password secara berkala. Semua bermuara kepada melindungi data data informasi yang tersimpan dalam perangkat, entah itu ponsel atau laptop. gia
























