Warga Rutan Bangli Jalani Skrining ACF Tuberkulosis, Ini Hasilnya

WARGA binaan Rutan Bangli saat menjalani skrining ACF Tuberkulosis, Kamis (31/8/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan, Rutan Kelas II B Bangli rutin melakukan pemeriksaan di Klinik Lapas oleh tenaga medis.

Sedikitnya 373 warga binaan mengikuti skrining Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) dengan rontgen dada, Kamis (31/8/2023). Dari jumlah itu, tujuh warga binaan dinyatakan positif menderita TBC.

Read More

Pemeriksaan dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini, pencegahan penyebaran penyakit, dan memberi perawatan medis yang diperlukan bagi yang memiliki keluhan kesehatan.

Plt. Kepala Rutan Bangli, Agus Setiawan, mengatakan, skrining TBC merupakan program Kementerian Hukum dan HAM yang berlangsung di seluruh UPT. Tujuannya sebagai bentuk deteksi dini dalam upaya pencegahan penyebaran TBC di dalam rutan/lapas.

Penyakit TBC, sebutnya, adalah ancaman kesehatan yang rentan terjadi di lingkungan rutan/lapas. Kelebihan penghuni (overload) mengharuskan mereka hidup bersama dalam waktu yang lama. “Mengingat tingginya risiko penyebaran, maka perlu dilakukan upaya pencegahan dengan melakukan skrining TBC,” terangnya.

Dia memaparkan, sebanyak 53 orang ada gejala dan diduga mengidap penyakit TBC. Sampel dahak mereka dikirim ke RSU Bangli untuk diperiksa. Dari tujuh orang yang positif menderita TBC, enam orang menjalani pengobatan, satu orang masih menunggu konsultasi spesialis karena TBC dengan resisten obat.

Menangani warga binaan yang positif TBC, meski Rutan overkapasitas, dia mengaku menyiapkan ruang khusus bagi mereka. “Jika positif TBC, warga binaan akan ditempatkan di kamar isolasi untuk perawatan lebih lanjut. Pola ini dapat mencegah terjadinya penularan kepada warga binaan lain,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.