Warga Desa Meliling Antusias Tukar Sampah Plastik dengan Beras

  • Whatsapp
PENIMBANGAN sampah plastik dari masyarakat, yang bisa ditukarkan dengan beras, di Balai Banjar Jagatamu, Desa Meliling, Kerambitan, Tabanan, Minggu (8/11/2020). Foto: ist
PENIMBANGAN sampah plastik dari masyarakat, yang bisa ditukarkan dengan beras, di Balai Banjar Jagatamu, Desa Meliling, Kerambitan, Tabanan, Minggu (8/11/2020). Foto: ist

TABANAN –  Aksi sosial berupa penukaran sampah plastik dengan beras terus berlanjut di beberapa tempat di Kabupaten Tabanan. Pada Minggu (8/11/2020), aksi serupa dilakukan aparat Desa Meliling dan Karang Taruna Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan bertempat di Balai Banjar Jagatamu.

Masyarakat Banjar Jagatamu tampak antusias datang ke balai banjar, dengan membawa berkarung-karung sampah plastik untuk ditukarkan dengan beras. “Kami senang sekali ada kegiatan sosial seperti ini. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kami juga bisa mendapatkan beras,” ujar salah seorang warga setempat.

Bacaan Lainnya

Sekitar lima kuintal beras disiapkan untuk ditukarkan dengan sampah plastik dari masyarakat. Aksi sosial yang juga dalam rangka membantu masyarakat pada masa pandemi Covid-19 itu, juga disponsori Plastic Exchange dan Let’s Help Bali Covid-19, dengan membantu 150 paket sembako untuk masyarakat setempat.

Ketua Karang Taruna Desa Meliling, I Made Wisnu Dwi Udayana mengatakan, program sosial ini adalah dalam upaya mengolah sampah khususnya sampah plastik, agar tidak mencemari lingkungan. “Melalui program ini, sampah tidak hanya dibuang begitu saja, namun juga bisa dimanfaatkan dengan beras. Dengan demikian, kegiatan ini sekaligus untuk mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Baca juga :  Kembali 3 Pasien Covid-19 Bali Meninggal, Sembuh 79, Positif Naik Drastis 129 Orang

Hal senada diungkapkan Perbekel Desa Meliling, I Made Sudarya. Menurutnya, aksi sosial tersebut merupakan hal positif dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian di lingkungan. “Untuk sampah plastik yang dikumpulkan warga, setiap dua kilogram bisa ditukarkan dengan satu kilogram beras. Dan, hal ini membuat masyarakat kami bersemangat, sehingga harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ucap Sudarya.

Tokoh masyarakat yang pertama punya gagasan untuk menukar sampah plastik dengan beras, I Made Janur Yasa, juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut, sekaligus juga terlibat sebagai sponsor. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.