Perbekel Sidakarya Meninggal Mendadak Akibat Serangan Jantung

  • Whatsapp
Alm. I Wayan Rena. Foto: ist
Alm. I Wayan Rena. Foto: ist

DENPASAR – Perbekel Desa Sidakarya, I Wayan Rena, meninggal dunia pada Sabtu (7/11/2020) sore. Menurut sumber internal Pemerintah Desa Sidakarya, diketahui Wayan Rena sempat melaksanakan peninjauan pelatihan Linmas yang dipusatkan di Kantor Perbekel setempat pada pukul 17.00 Wita.

Masih dalam rangkaian pelatihan Linmas, Wayan Rena sempat mengikuti sesi gerak jalan. Namun saat pertengahan jalan, diketahui dia sempat mengeluh sesak napas dan tidak enak badan, sehingga langsung dilarikan ke RS Bali Mandara, Sanur, Denpasar.

Bacaan Lainnya

Namun nasib berkata lain. Sesaat setelah sempat dilakukan pertolongan, Perbekel Sidakarya itu dinyatakan meninggal dunia yang diduga akibat serangan jantung. Saat ini jenazah almarhum masih dititipkan RS Bali Mandara. Rencananya akan dilaksanakan upacara kremasi (makingsan di geni) pada tanggal 18 November 2020.

Kabar meninggalnya Perbekel Desa Sidakarya, I Wayan Rena, yang diduga akibat serangan jantung menimbulkan rasa duka cita yang mendalam. Tak hanya dari keluarga, ungkapan dukacita disampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar.

Rai Mantra di sela-sela kegiatannya pada Minggu (8/11/2020) mengatakan bahwa almarhum I Wayan Rena dikenal sebagai sosok perbekel yang pekerja keras dan cepat tanggap. Hal ini terbukti dengan berhasilnya Desa Sidakarya menjadi Juara I tingkat Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Korem 163/Wirasatya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Terima Sertifikat Aset dari KPK RI

Wali Kota menyampaikan, jajaran Pemerintah Kota Denpasar merasa kehilangan sosok yang juga merupakan garda terdepan pemerintahan di masyarakat. “Kami segenap keluarga besar pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Perbekel Desa Sidakarya, I Wayan Rena. Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik dan menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi. Bagi keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Rai Mantra.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Sidekarya, Made Suardana, juga mengaku sangat kehilangan atas kepergian Wayan Rena, Baginya, mendiang merupakan teman sekaligus partner kerja yang sangat baik. “Saya kenal almarhum adalah sosok pekerja keras, tidak mengenal hari libur, Sabtu dan dari Minggu pun masih bekerja. Bahkan saya sering mengingatkan agar hari libur dimanfaatkan untuk beristirahat,” kenang Suardana. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.