Wajah Tasya Melepuh Tersiram Air Panas, Ortu Kesulitan Biaya Rumah Sakit

  • Whatsapp
LUH Tasya Devi Juniantari (4) yang terbaring di ruang perawatanRSUD Buleleng, saat dijaga ayahnya. Foto: rik
LUH Tasya Devi Juniantari (4) yang terbaring di ruang perawatanRSUD Buleleng, saat dijaga ayahnya. Foto: rik

BULELENG – Nasib miris dialami seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bernama Luh Tasya Devi Juniantari. Dia harus terbaring di RSUD Buleleng karena tersiram air panas yang membuat kepala sampai wajah bocah malang ini mengalami luka melepuh yang cukup serius.

Devi Tasya tersiram air panas ketika bermain dengan sepupunya di rumah. Saat bermain itu, Devi Tasya berlari menghampiri neneknya yang sedang membawa air panas dipindahkan ke panci. Nahas, bocah malang ini ketumpahan air panas karena menabrak neneknya.

Bacaan Lainnya

Tumpahan air panas itu mengenai kepala hingga wajah putri dari Ketut Eva Agusta (26) warga Desa Kubutambahan ini. Spontan saja, bocah ini berteriak kepanasan. Seketika orangtuanya langsung membawa Tasya ke salah satu bidan di Desa Kubutambahan. Karena luka bakar yang dialami cukup parah mencapai 14,5 persen, Tasya pun dirujuk ke RSUD Buleleng pada Sabtu (7/11/2020).

“Saat itu anak saya sedang bermain, lalu lari ditabrak neneknya yang lagi bawa air panas, ya kena tumpah,” tutur Ketut Eva Agusta ditemui di ICU RSUD Buleleng.

Saat menjalani perawatan di RSUD Buleleng, Ketut Eva yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, dibuat pusing karena biaya perawatan anaknya yang cukup besar mencapai Rp19 juta. Sementara anaknya tidak punya jaminan kesehatan, dan Ketut Eva juga tidak memiliki uang sebanyak itu.

Baca juga :  Pulang dari Luar Negeri, ABK WNI akan Transit di Bandara Ngurah Rai

Dia mengaku sudah empat kali mengurus ke kantor desa agar mendapat bantuan jaminan kesehatan KIS PBI, tetapi tidak berhasil mendapatkannya.

“Anak saya sudah 3 kali 24 jam dirawat, jadi pihak rumah sakit mendata sebagai pasien umum,” ujar Ketut Eva dengan wajah sedih.

Sejauh ini sudah ada dua komunitas yang memberikan bantuan dana. Namun dana itu belum mencukupi. Untuk biaya perawatan anaknya, Ketut Eva mengaku akan mencari pinjaman. “Saya akan berusaha sekuat tenaga agar bisa mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan. Yang penting anak saya bisa sembuh seperti sedia kala,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budi Antara, mengatakan, sejauh ini tim medis sudah memberikan penanganan intensif kepada bocah malang tersebut sejak diterima pada Sabtu (7/11/2020). Bahkan, tindakan operasi sudah dilakukan pada Senin (9/11/2020).

Diakui Budi Antara, saat ini kondisi Tasya mulai membaik, RSUD Buleleng menyarankan kepada pihak keluarga agar anak tersebut dirujuk ke RSUP Sanglah. “Agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut, kami rekomendasikan agar pasien dirujuk ke RSUP Sanglah, karena disana ada instalasi khusus untuk menangani pasien luka bakar,” terangnya.

Hanya saja pihak keluarga Tasya menyatakan keberatan untuk dirujuk. “Untuk biaya sampai hari ini, sudah mencapai Rp19 juta lebih. Pasien statusnya umum. Kami juga tidak bisa memastikan sampai kapan pasien akan dirawat, itu kebijakan medis,” pungkas Budi Antara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.