Wabup Artha Dipa: Karangasem Siap Bangkit di Porprov XVI

WABUP Karangasem I Wayan Artha Dipa (kiri) bersama Anggota DPD RI, AA. Gde Agung disela-sela penutupan Porprov Bali XV/2022, di Jaya Sabha, Minggu (27/11/2022) malam. foto: ist

DENPASAR – Menjadi juru kunci dalam multi even olahraga tentu tidaklah menyenangkan bagi siapa pun. Begitu juga dirasakan Wakil Bupati (Wabup) Karangasem I Wayan Artha Dipa saat menghadiri acara penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022 di Jaya Sabha, Minggu (27/11/2022).

Ya, Karangasem finish di peringkat ke-9 alias juru kunci dengan raihan 10 emas, 15 perak dan 43 perunggu. Memang ada peningkatan 1 keping emas dari raihan pada Porprov 2019 di Tabanan, tetapi tidak ada pengaruhnya karena pesaingnya Bangli justru mampu mendulang 15 emas plus 16 perak dan 48 perunggu.

Read More

Beredar rumor di lapangan, penurunan peringkat Karangasem karena dipicu berbagai faktor terutama masalah uang saku atlet yang sangat minim jika diandingkan kontingen lainnya. Bahkan ada atlet Karangasem pulang pergi dari tempat pertandingan di kabupaten lain karena tidak cukup uang saku.

Kondisi ini membuat atlet Karangasem kehilangan semangat bertanding. ”Ya, wajarlah…uang saku altet hanya 500 ribu selama Porprov ini. Tidak ada uang latihan, bahkan bonus medali juga tidak jelas. Jadi wajar-wajar saja peringkat Karangasem turun,” sebut mantan atlet tarung derajat Karangasem dalam tiga hajatan Porprov yang tak mau namanya ditulis.

Ia juga sudah mencium bahwa para atlet Karangasem yang mendapat emas saat ini, sudah mengurus mutasi agar bisa pindah ke kabupaten lain karena minimnya perhatian yang mereka dapatkan dari pemerintah kabupaten. ”Rasanya susah para atlet ditahan jika perhatian pemerintah kabupaten kurang,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wabup Artha Dipa mengakui bahwa anggaran Karangasem untuk Porprov ini memang sangat terbatas, karena Pemkab masih fokus dengan pemulihan ekonomi dan kesehatan akibat pandemi covid-19. ”Tapi di tahun 2023 kita akan anggarkan. Karangasem siap bangkit menghadapi Porprov XVI,” ucapnya singkat.

Hanya, Porprov XVI belum jelas kapan akan digelar. Jika mengacu aturan dua tahun sekali, maka harus digelar di tahun 2024. Masalahnya di tahun itu (2024), banyak pihak menilai tak memungkinkan digelar karena ada Pilkada, Pileg, Pilpres dan juga PON XXI denga tuan rumah bersama (Aceh-Sumatera Utara).

Di sisi lain, ada rumor berkembang bahwa Porprov XXI kemungkinan besar digelar tahun 2025 dengan tuan rumah Badung. Pasalnya, Porprov XV seharusnya digelar di Badung secara penuh (terpusat). Tetapi dampak pandemi covid-19 menjadikan Porprov XV digelar secara gotong royong dengan pelaksananya KONI Bali. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.