Viral Injak Bahu Siswa, Oknum Kepala Sekolah Dipanggil Disdikpora Bali

POTONGAN video tentang seorang kepala sekolah berinisial IKS di Karangasem yang menginjak bahu seorang siswa yang sedang menjalani sanksi push up yang viral di medsos. Foto: ist

KARANGASEM – Sepotong video tentang seorang guru yang belakangan diketahui sebagai kepala sekolah berinisial IKS menginjak bahu seorang siswa yang sedang menjalani sanksi push up menjadi viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di SMAN 3 Amlapura, Desa Seraya, Karangasem.

Video berisi aksi tak terpuji tersebut juga sudah diketahui Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa. Boy Jayawibawa lantas memanggil IKS untuk meminta klarifikasi mengenai video yang viral itu.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Amlapura, I Gusti Made Ngurah, yang dikonfirmasi, Selasa (12/4/2022) mengatakan, kejadian itu tidak terlepas dari adanya pelanggaran aturan kedisiplinan oleh siswa di sekolah.

Antara lain siswa berambut panjang. Sudah diingatkan untuk memotong rambut, tapi belum juga dilaksanakan. Kemudian dibuatlah kesepakatan antara Kepala Sekolah dan guru dengan siswa di kelas beberapa hari lalu. ‘’Jika masih melanggar bagaimana? Push up 10 kali, ini permintaan dari anak-anak, bukan dari pihak guru,’’ jelasnya.

Kemudian pada Senin (11/4/2022), saat dicek secara acak ke setiap kelas, ternyata masih banyak siswa melanggar tata tertib sekolah. Akhirnya kepala sekolah mengambil sikap mengumpulkan siswa yang melanggar tersebut, 75 persen kelas dicek.

Baca juga :  Tetap Bangkit di Tengah Pandemi, Hadapi Perubahan Zaman, Koperasi Dituntut Lakukan Transformasi Digital

“Langsung siswa disuruh push up, dan spontan ada siswa yang merekam lewat video. Tujuannya hanya merekam untuk mengingatkan bahwa mereka terkena hukuman push up, spontan juga ada aksi (guru) seperti yang viral itu,” terangnya.

Pihak sekolah, ulasnya, sudah rapat internal dipimpin Kepala Sekolah untuk mengklarifikasi serta minta maaf kepada keluarga siswa yang ada dalam rekaman tersebut. Rapat juga mengundang ketua komite sekolah. “Sekarang kepala sekolah sedang berangkat ke (Disdikpora) Provinsi (untuk menjelaskan kejadian itu),” pungkasnya.

Sayangnya, I Gusti Made Ngurah tidak menjelaskan, mengapa sanksi push up kepada para siswa yang melanggar itu berujung aksi injak bahu siswa oleh kepala sekolah.

Di tempat terpisah, wartawan POS BALI sempat menyambangi Kantor Disdikpora Provinsi Bali di Renon, Denpasar. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa tiba di kantornya. “Maaf saya tadi dipanggil Bapak Gubernur,” ujarnya.

Terkait ulah oknum kepala sekolah tersebut, Boy Jayawibawa menjelaskan yang bersangkutan telah dipanggil. Pihaknya juga berharap kejadian seperti itu tidak terjadi kembali di dunia pendidikan.

‘’Siang ini (kemarin-red) dipanggil bersangkutan langsung dari Karangasem ke Disdikpora, kenapa melakukan tindakan itu. Kami klarifikasi dulu, yang jelas kami tidak berharap terjadi kejadian seperti ini di sekolah lain. Hasil klasifikasinya akan kami sampaikan ke media,’’ tegas Boy. nad/alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.