PPA Bali Minta Jangan Ada Kekerasan untuk Pendisiplinan

ORGANISASI Bantuan Hukum PPA Bali di Karangasem, Ni Nyoman Suparni, menyayangkan aksi tenaga pendidik yang belakangan diketahui sebagai kepala sekolah berinisial IKS mendisiplinkan siswa sembari menginjak bahu siswanya dengan kaki di SMAN 3 Amlapura, Desa Seraya, Karangasem. Foto: nad

KARANGASEM – Beredarnya video guru yang belakangan diketahui sebagai kepala sekolah berinisial IKS mendisiplinkan siswa sembari menginjak bahu siswanya dengan kaki di SMAN 3 Amlapura, Desa Seraya, Karangasem mendapat perhatian Organisasi Bantuan Hukum PPA Bali di Karangasem, Ni Nyoman Suparni.

Dia sangat menyayangkan aksi tenaga pendidik tersebut terhadap siswanya. Menurutnya, apapun alasannya, apa dilakukan oknum kepala sekolah itu salah. Hanya, dia menegaskan siswa yang ditindak juga melakukan kesalahan.

Bacaan Lainnya

“Kita harus profesional memilah masalah ini, karena ada dua sisi yang dilihat. Anak yang bersangkutan dihukum karena dia melanggar, dan itu pun anak tersebut yang minta diberi hukuman push up,” ucapnya, Selasa (12/4/2022).

Meski demikian, dia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sekarang bergantung keluarga siswa yang bersangkutan. Yang penting oknum kepala sekolah itu tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, mengingat ada undang-undang yang mengatur anak tetap dilindungi.

Lebih lanjut dijelaskan, menghukum siswa sebaiknya jangan menggunakan kekerasan. Bagi guru-guru yang lain, ia minta agar peristiwa itu diambil hikmahnya supaya jangan melakukan terhadap anak-anak seperti itu lagi.

“Itu contoh tidak baik. Apapun itu bentuknya, yang penting tidak ada unsur kekerasan. Kalau mau dihukum silakan hukum, contohnya lari lima kali putaran di halaman sekolah, atau menyapu halaman,” sarannya. nad

Baca juga :  Walikota Rai Mantra Terima Hasil Pekerjaan Fisik TMMD ke-109

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.