POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Universitas Terbuka (UT) Denpasar menyelenggarakan wisuda daerah lulusan program diploma, sarjana, dan pascasarjana periode I Tahun 2025 di Denpasar, Rabu (30/4/2025). Pada wisuda kali ini, UT Denpasar melepas sebanyak 1.201 orang wisudawan terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 323 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 9 orang, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik 228 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 632 orang serta Program Pasca Sarjana 9 orang.
Pada prosesi wisuda kali ini diserahkan penghargaan kepada lulusan terbaik program sarjana diraih I Gusti A. Ayu Linda Puspa Priani dari
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Syahrila Indah Dewi Valentine (Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Latifah Nurlita Permatasari (Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi), dan I Made Gede Yoga Prasetia (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Dalam konferensi persnya, Rektor UT, Dr. Mohammad Yunus; didampingi Direktur UT Denpasar, Agus Tatang Sopandi, S.Sn., M.Pd., mengatakan, wisuda daerah sebagai bentuk peneguhan dan pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di UT. UT, sesuai tekadnya, menghadirkan pendidikan berkualitas dunia bagi masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh sistem pendidikan konvensional.
“UT memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, memiliki keterbatasan waktu, atau memiliki keterbatasan ekonomi,” ujar Mohammad Yunus.
“Hari ini kita berdiri bersama, mengukir sejarah dan menyungsung cahaya harapan, menapaki perjalanan luhur untuk membangun generasi Bali yang berkualitas dan berakhlak mulia, sebagai fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045. Dengan jumlah mahasiswa Universitas Terbuka yang mencapai 676 ribu dan lebih dari 2 juta alumni yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia hingga mancanegara, kita memiliki potensi luar biasa dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.
Momentum wisuda, sambung Mohammad Yunus, menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik, melainkan momentum strategis dalam mendukung visi nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan generasi Bali yang berkualitas dan berakhlak mulia. “Prosesi wisuda hari ini menjadi simbol harapan yang dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata para lulusan dalam membangun Bali yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
“Semangat ini sejalan dengan tema “Membangun Generasi Bali Berkualitas dan Berakhlak untuk Indonesia Emas 2045,” di mana Bali menjadi bagian penting dari kemajuan nasional yang berakar pada identitas dan jati dirinya. Berkaryalah, bangun Bali dari hati!” lugasnya.
Langkah apa yang diambil UT untuk mencapai 1 juta mahasiswa? Mohammad Yunus. mengungkapkan, sebanyak 49 program studi di UT akan berubah kurikulumnya pada bulan Juni 2025 mendatang. Perubahan-perubahan yang terjadi itu harus mempertimbangkan apa yang akan dihadapi para mahasiswa ke depan.
Oleh karena itu, selain mengambil mata kuliah yang sudah diwajibkan oleh UT, mahasiswa akan diwajibkan mengambil satu atau beberapa mata kuliah dari luar negeri. Yang kedua, mahasiswa akan diwajibkan nanti kedepan untuk memilih salah satu bahasa asing. Ada lima bahasa asing yang sedang kita siapkan, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, Korea Selatan dan bahasa Arab.
“Mahasiswa pilih salah satu bahasa asing yang paling dia pikirkan akan sangat mensupport pekerjaannya. Itu sebagai keterampilan komunikasi karena sekarang ini keterampilan berbahasa asing adalah sesuatu yang tidak bisa dinafikan,” ujarnya.
Sejalan dengan layanan pendidikan berkualitas, UT ditegaskan Mohammad Yunus, juga menyiapkan SDM berkualitas pula. Ia menyebutkan ada empat program minimal yang secara intensif digarap oleh UT, yang pertama, penyiapan sistem pembelajaran termasuk kurikulum. Kurikulumnya baru, pembelajarannya baru, ujiannya ada sesuatu yang baru, kegiatan-kegiatan kemahasiswaannya ada sesuatu yang baru.
“Termasuk pelatihan SDM para dosen, para tenaga kependidikan di UT itu sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Itu wajib karena teman-teman dosen pun tidak serta merta memahami dan menguasai berbagai segmen yang ada di UT kecuali ikut pelatihan,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster, diwakili Kadisdikpora Bali, KN Boy Jayawibawa, mengapresiasi kepada UT yang telah melahirkan sumber daya manusia Bali yang unggul dan berdaya saing. Lebih lanjut para wisudawan yang telah lulus dari UT Denpasar diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, sesuai dengan bidang ilmu yang telah dikuasai. tra






















