Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh Bertambah 86, Kasus Positif 95, Meninggal 1 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Sabtu (19/12/2020) merilis tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 95 (92 transmisi lokal, 3 PPDN) dan pasien sembuh bertambah 86 orang serta kabar duka dengan tambahan satu pasien meninggal dunia.

Satu-satunya pasien yang tutup usia tersebut, laki-laki (47 tahun) berdomisili di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar dengan penyakit penyerta atau paru-paru, Jantung dan asam urat. Total, kini pasien meninggal dunia di Bali karena serangan covid-19, berjumlah 481 orang (2,96%) dengan rincian 478 WNI dan 3 WNA.

Bacaan Lainnya

Sementara 95 orang yang terpapar, tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Rinciannya, Tabanan 24 orang, Denpasar (24), Badung (23), Gianyar (14), Buleleng (4), Karangasem (1), Klungkung, Karangasem dan Bangli masing-masing 2 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 16.229 orang (16.195 WNI dan 34 WNA) yang didominasi transmisi lokal sebanyak 15.794 kasus,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Sabtu (19/12/2020).

Sedangkan 86 pasien yang dinyatakan sembuh, dilaporkan tujuh kabupaten/kota. Rinciannya, Tabanan 28 orang, Badung (22), Denpasar (14), Buleleng (8), Gianyar (7), Bangli dan Klungkung masing-masing 3 orang.

Baca juga :  SMK TI Bali Global Denpasar, 14 Februari Buka PPDB untuk 14 Kelas

”Dengan tambahan 86 orang tersebut, kini secara kumulatif pasien positif covid-19 yang telah sembuh di Bali berjumlah 14.758 orang (90,94%) dengan rincian 14.730 WNI dan 28 WNA,” ungkap Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Berdasarkan data tersebut, kini jumlah kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali menjadi 990 orang (6,10%) dengan rincian 987 WNI dan 3 WNA. Mereka menjalani perawatan di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Rentin juga tak henti-hentinya mengajak masyarakat Bali agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, dimana pun berada karena covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100.000 bagi pelanggar perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Made Rentin juga mengingatkan kembali pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Baca juga :  Jaya Negara Pimpin Apel Penurunan Bendera Peringatan HUT ke-75 RI di Kota Denpasar

Ditegaskan Rentin, bahwa pengendalian dan pencegahan covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.