Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 59, Kasus Positif 67, Meninggal Bertambah 2 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Dalam dua hari berturut-turut sejak Minggu (25/10/2020), jumlah tambahan kasus positif covid-19 di Bali lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Senin (26/10/2020), kasus terkonfirmasi positif bertambah 67 orang melalui transmisi lokal atau 8 orang lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 59 orang. Sehari sebelumnya Minggu (25/10/2020), kasus positif bertambah 109 orang, sedangkan pasien sembuh berjumlah 82 orang.

Bacaan Lainnya

Delapan kabupaten/kota di Bali melaporkan tambahan harian kasus positif baru kecuali Kabupaten Bangli. Rinciannya, Denpasar dan Badung menjadi penyumbang terbanyak, masing-masing 22 orang. Disusul Gianyar (9), Karangasem (5), Tabanan (4), Klungkung (3), Buleleng (1) dan Jembrana 1 orang.

”Secara kumulatif, sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.445 orang (11.426 WNI & 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.062 kasus,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Senin (26/10/2020).

Meski demikian, Bali tidak masuk dalam 10 besar nasional dari 32 provinsi melaporkan tambahan harian kasus positif baru yang berjumlah 3.222 orang. DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak 906 orang, disusul Jawa Barat (431) dan Jawa Timur (296).

Baca juga :  Bawa Tiga Butir Ekstasi, Warga Tegallalang Diringkus Polres Bangli

Rentin menambahkan, pasien sembuh 59 orang di Bali dilaporkan delapan kabupaten/kota kecuali Bangli. Rinciannya, Badung mencatatkan jumlah terbanyak 17 orang, disusul Gianyar (16), Buleleng (7), Denpasar (6), Karangasem (4), Jembrana (4), Tabanan (3) dan Klungkung 2 orang. Total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 10.285 orang (89,79%) dengan rincian 10.259 WNI dan 26 WNA).

Berbanding terbalik dengan perkembangan nasional, dimana pasien sembuh kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru seperti sehari sebelumnya. Secara kumulatif, pasien sembuh berjumlah 3.908 orang atau 686 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif yang berjumlah 3.222 orang.

Rentin juga menginformasikan kabar duka, 2 pasien dinyatakan meninggal yang merupakan warga Kabupaten Buleleng dan Karangasem. ”Jadi sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 374 orang (3,26%) dengan rincian 372 WNI dan 2 WNA,” jelasnya.

Meski demikian, tambahan harian dua pasien meninggal ini, tidak sampai membawa Bali masuk daftar 10 besar nasional. Dimana, secara nasional, pasien positif covid-19 meninggal dalam perawatan sebanyak 112 orang yang dilaporkan 19 provinsi.

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali bertambah 6 orang, menjadi 796 (6.95%) dengan rincian 795 WNI dan 1 WNA yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  ''Setetes Darah Untuk Kemanusiaan'' di Tengah Pendemi Covid-19 dari Gerakan Pramuka

Pada bagian akhir, Rentin kembali mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu juga menegaskan, bahwa upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Selain itu, untuk memutus rantai penularan Covid-19, maka keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

”Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” harap Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.