Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 141, Tambahan Positif 137, Meninggal 3 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Pasien sembuh yang lebih dominan dari tambahan kasus positif baru, kembali terjadi pada perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Jumat Kamis (30/4/2021), walau selisihnya sangat tipis.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Jumat (30/4/2021), pasien sembuh bertambah 141 orang, hanya berselisih 4 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 137 orang (121 orang melalui Transmisi Lokal dan 16 PPDN).

Bacaan Lainnya

Kasus meninggal dunia juga kembali mengalami penurunan, dimana di hari yang sama tercatat 3 pasien tutup usia, turun setengahnya (3 orang) dibandingkan sehari sebelumnya Kamis (29/4/2021) yang berjumlah 6 orang. Tiga pasien yang meninggal hari ini, dua diantaranya merupakan warga Denpasar dan seorang warga Buleleng.

Terkait tambahan kasus positif baru (137 orang) tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang terbanyak 47 orang, disusul Buleleng 27 orang, Badung 17 orang (tiga besar).

Disisi lain, Denpasar mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak 62 orang. Disusul Buleleng 26 orang, Badung 24 orang, Tabanan 9 orang, Gianyar 6 orang, Jembrana 6 orang, Klungkung 4 orang dan Bangli 2 orang.

Baca juga :  Gol Supriadi Bawa Timnas U-19 Indonesia Tekuk Qatar 2-1

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 44.671 orang (44.543 WNI dan 128 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 42.052 orang (94,14%) sudah sembuh dengan rincian 41.943 WNI dan 109 WNA.

Sedangkan kasus meninggal dunia, kini berjumlah 1.336 Orang (2,99%) dengan rincian 1.331 WNI dan 5 WNA). Sementara pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 7 orang menjadi 1.283 orang (2,87%) dengan rincian 1.269 WNI dan 4 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.